Target 30% Suara Legislatif, DPP Golkar Harus Dievaluasi
Selasa, 23 Okt 2007 00:02 WIB
Jakarta - Untuk mencalonkan capres dari internal, Partai Golkar mencanangkan perolehan suara 30 persen dalam Pemilu Legislatif 2009. Namun target tersebut akan sulit tercapai jika kepengurusan pusat partai tidak dievaluasi."Evaluasi terhadap kinerja DPP akhirnya akan berdampak pada program kerja hasil munas,apakah sudah sesuai target atau tidak. Termasuk upaya mencapai target 30 persen," ujar anggota FPG Yudi Krisnandi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2007).Yudi mengatakan, sebagai parpol besar, Golkar harus yakin untuk berani mengusung capres sejak dini tanpa harus menunggu hasil pemilu legislatif. Karena itu, target 30 persen suara dalam pemilu legislatif menjadi kemestian."Harus mencapai 30 persen. Karena sebelum JK memimpin, perolehan Golkar sudah 24 persen. Ini modal yang baik. Dengan adanya JK,harusnya bisa mendongkrak sampai 30 persen. Inilah prestasi JK kalau berhasil tercapai," cetusnya.Karena itu, tegas Yudi, mesin politik sudah harus berjalan sejak sekarang. Langkah tersebut harus dimulai dari pembenahan struktur DPP.Dan ajang rapimnas menjadi momentum kebulatan tekad mengusung capres dari internal tanpa bergantung kekuatan politik luar.Dengan struktur kepengurusan DPP saat ini, menurut Yudi, Golkar akan sulit untuk mencapai target yang dicanangkan. Pengurus DPP bentukan Munas Bali harus dievaluasi secara total."Jadi hasil dari evaluasi kinerja, harus terjadi restrukturisasi pengurus. Tujuannya untuk mencapai 30 persen. Sehingga tidak mustahil ada jabatan yang digeser," tuturnya.Melalui proses demikian, lanjut dia, akan diperoleh kepengurusan parpol yang modern, yaitu kepengurusan yang efektif dan otentik."Ini baru betul-betul rapimnas yang substansial, bukan sekedar artifisial atau seremonial. Karena membicarakan kinerja dan masa depan parpol," pungkas Yudi.
(rmd/ary)











































