Kekerasan Negara Lebih Bahaya Daripada Kekerasan Agama

Kekerasan Negara Lebih Bahaya Daripada Kekerasan Agama

- detikNews
Senin, 22 Okt 2007 20:26 WIB
Jakarta - Kekerasan oleh negara dinilai jauh lebih berbahaya daripada kekerasan yang dilakukan atas nama agama. Sebab, kekerasan oleh negara biasanya lebih bersifat masih dan membunuh secara sistematis. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat berpidato pada pertemuan para pemuka agama di Napoli, Italia, Senin (22/10/2007). Sekitar 400 pemuka dari berbagai agama hadir dalam pertemuan ini. "Kekerasan oleh negara biasanya lebih bersifat masif dan membunuh secara sistematis. Itulah yang terjadi di Irak dan Afganistan akibat invasi adikuasa dunia dan sekutu-sekutunya," tegas Din yang sehari sebelumnya bertemu Paus Benediktus XVI. Di acara ini, seperti rilis yang diterima detikcom, Din menyampaikan pidato berjudul "Kerjasama Agama-agama Dalam Mewujudkan Dunia Tanpa Kekerasan".Pada bagian lain pidatonya Din Syamsuddin menegaskan tidak ada akar bagi kekerasan dalam agama. "Agama-agama mengajarkan kasih sayang dan perdamaian. Maka kekerasan yang dilakukan atas nama agama, apalagi menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak berdosa merupakan penyimpangan dan penyalahgunaan agama," ujar Din. Namun, lanjut Din, kekerasan yang dilakukan atas nama agama juga dipengaruhi oleh faktor-faktor non agama seperti kesenjangan ekonomi, pendidikan dan kezaliman politik. Bahkan terorisme global yang terjadi dewasa ini sangat didorong oleh adanya ketidakadilan global. "Karena itu, pemberantasan kekerasan dan terorisme harus dilakukan negara dengan menghilangkan faktor-faktor non agama tadi dan bekerjasama memotong akar tunjang kekerasan dan terorisme global yaitu ketidakadilan global," tegas dia. (asy/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads