Pemilik Lapangan Padel di Bogor Diperiksa Polisi Usai Insiden Ledakan

Pemilik Lapangan Padel di Bogor Diperiksa Polisi Usai Insiden Ledakan

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 13:39 WIB
Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby.
Foto: Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby. (Rizky Adha/detikcom)
Bogor -

Polisi memeriksa tiga orang saksi terkait insiden ledakan di lapangan padel Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Salah satu yang diperiksa adalah pemilik lapangan padel.

"Sampai saat ini ada tiga, namun untuk pengembangan lebih lanjut nya pasti akan berkembang lebih banyak lagi. Untuk keterangan awal sudah diambil keterangan (pemilik lapangan padel), namun belum dituangkan dalam BAP," kata Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby, Kamis (9/3/2026).

Petugas laboratorium forensik (Labfor) telah dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas dikerahkan untuk mencari tahu penyebab pasti ledakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun untuk lebih pasti dugaan penyebab ledakan ini kami belum bisa mengkonfirmasi karena masih menunggu hasil dari Labfor nanti," bebernya.

Langkah yang telah dilakukannya adalah dengan memasang garis polisi agar lokasi tetap steril. Sementara, penyelidikan lanjutan tetap dilakukan.

Dugaan Penyebab Ledakan

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Bogor mengungkap dugaan penyebab ledakan yang terjadi di sebuah Lapangan padel di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Ledakan mulanya dipicu dari kebocoran tabung gas.

"Diduga terjadi kebocoran tabung gas pada area dapur kantin lapangan padel," kata Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin.

Kebocoran gas tersebut kemudian memicu ledakan di lokasi kejadian. Akibatnya, sejumlah bangunan yang ada di sekolah dasar (SD) sebelah lapangan padel mengalami kerusakan.

"Kebocoran tersebut memicu ledakan yang menimbulkan kerusakan pada kantin lapangan dan tembok pagar SDN 03 Ciangsana," jelasnya.

Tonton juga video "Ledakan di Lapangan Padel Bogor, Penyebab Diselidiki"

(rdh/mea)


Berita Terkait