Ketika Kader Golkar Mengeluh ke Wapres Jusuf Kalla
Sabtu, 20 Okt 2007 22:04 WIB
Jakarta - Telekonfrens atau temu wicara jarak jauh yang digelar dalam acara HUT Partai Golkar ke-43 dimanfaatkan para kader untuk mengeluhkan masalah yang terjadi di daerahnya. Bukan masalah internal partai, tapi masalah pembangunan infrastruktur.Usai menyampaikan pidato sambutannya dan memotong tumpeng, dalam acara HUT ke-43 Partai Golkar di Aula Kantor DPP Partai Golkar Jl Anggrek neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (20/10/2007), Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla didampingi jajaran petinggi DPP Partai Golkar melakukan dialog dengan 5 Ketua DPD Partai Golkar.Mereka adalah Ali Umri dari Provinsi Sumatera Utara, UU Rukmana dari Jawa Barat, Bambang Sadono dari Jawa Tengah, Amin Syam dari Sulawesi Selatan, dan Zulfadli dari Kalimantan Barat.Tak hanya masalah internal partai yang dibahas, tapi beberapa Ketua DPD Partai Golkar itu menyampaikan masalah-masalah lain seperti listrik yang sering mati, pembangunan jalan untuk mengatasi kemacetan, hingga masalah pembangunan PLTN Muria yang menuai penolakan masyarakat. Gaya dialog pun seperti pejabat dengan rakyat, bukan ketua partai dengan bawahannya."Kami berharap untuk mengatasi kemacetan di daerah Nagrek, pemerintah bisa membangun jalan layang," kata Ketua DPD Parta Golkar Jawa Barat UU Rukmana yang didampingi Gubernur Jabar Dani Rukmana yang juga fungsionaris Golkar."Listrik di wilayah Kalimantan Barat sering mati. Kami minta pemerintah pusat memperhatikan masalah ini," keluh Ketua DPD Golkar Kalbar Zulfadli.Memang, harus diakui, jabatan Kalla sebagai wakil presiden tak bisa dilepaskan begitu saja. Meski acara tersebut merupakan acara partai, Kalla pun menanggapi dalam posisinya sebagai wapres.Di menyatakan, masalah pembangunan infrastruktur di daerah-daerah terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Namun, Kalla melanjutkan, peran daerah juga diperlukan untuk menyukseskan pembangunan."Kalau lahan belum bebas, sulit bagi kita untuk melakukan pembangunan jalan. Jadi tugas pemerintah daerah juga untuk bisa membantu proses tersebut dengan membantu pembebasan lahan," sahut Kalla.
(bal/bal)











































