Letusan Mata Air Keramat, Pertanda Kelud Akan Meletus
Jumat, 19 Okt 2007 12:29 WIB
Blitar - Warga Dusun Jeding Kecamatan Sanan Kulon, Blitar dikagetkan dengan suara letusan yang berasal dari mata air Sumber Dandang. Letusan ini diyakini warga sebagai pertanda Gunung Kelud akan meletus dalam waktu dekat.Saat itu warga yang sedang di rumah atau pun di sawah tiba-tiba mendengar dentuman yang sangat keras yang bersumber dari mata air itu sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (19/10/2007). Dentuman keras itu didengar warga sekali saja.Meski hanya mendengar dentuman satu kali saja, namun warga percaya dan menyakini jika Gunung Kelud dipastikan akan meletus dalam waktu dekat. Sebab berdasar pengalaman tahun 1966 dan 1990, letusan Gunung Kelud selalu diawali dengan dentuman dari mata air yang dikenal keramat oleh warga.Salah satu warga Dusun Jeding Kecamatan Sanan Kulon Blitar, Najib (26) mengaku dirinya mendengar suara keras dari mata air."Saat itu saya sedang berda di teras rumah. Kami menyakini bila letusan Gunung Kelud tinggal menunggu hari," katanya kepada detiksurabaya.com saat berada di rumahnya.Hal senada juga dikatakan oleh Eva Riyanti warga sekitar bahwa dirinya mendengar suara letusan yang memekakkan telinga. Eva menyakini letusan itu berasal dari mata air Sumber Dandang.Sebab beberapa saat sesudah mendengar letusan dari mata air, warga langsung berkumpul dan membicarakan kondisi Gunung Kelud yang akan meletus dalam waktu dekat.Rencananya, warga sepakat akan mengungsi dan hari ini beberapa warga sudah mengemasi barang-barangnya.Masyarakat Jeding Kecamatan Sanan Kulon Blitar justru percaya terhadap salah satu sumber mata air yang dinamakan Sumber Dandang yang berada di sekitar desa setempat.Bila mata air Sumber Dandang tersebut mendidih dan mengeluarkan gelembung-gelembung kecil dalam waktu sekitar 5 hingga 10 menit, itu berarti letusan Gunung Kelud sudah semakin dekat.Bila terdengar dentuman keras keluar dari mata air, warga sekitar mempercayai Gunung Kelud akan meletus kurang lebih 40 hari. Ini sudah terbukti dan 2 kali telah terjadi pada tahun 1990 dan 1996.Dari pantauan detiksurabaya.com, sumber mata air tersebut relatif kecil, dengan diameter sekitar 2 meter dan sekelilingnya ditumbuhi pohon bambu
(mar/mar)











































