Pemkot Denpasar Ancam Pulangkan Pendatang Baru Tanpa Identitas
Rabu, 17 Okt 2007 16:46 WIB
Denpasar -
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bakal mengawasi secara ketat arus balik Lebaran 2007. Pendatang baru yang datang ke Denpasar tanpa memiliki identitas dan tujuan jelas terancam dipulangkan ke daerah asal. Demikian disampaikan Humas Pemerintah Kota Denpasar Erwin Suryadharma kepada detikcom, Rabu (17/10/2007). Menurutnya, pemkot telah meminta seluruh pemerintah desa untuk aktif mendata dan mendeteksi keberadaan pendatang baru."Sesuai dengan awig-awig (kesepakatan adat) desa, jika tidak memiliki tujuan jelas dan tanpa identitas agar dipulangkan. Kami ingin pendatang baru yang jelas asal usul serta tujuannya karena pendatang dengan tujuan ridak jelas akan membebani kota. Kami bukan menolak pendatang baru," kata Erwin.Pendatang baru yang mengadu nasib ke Denpasar bersamaan dengan memanfaatkan arus baik diprediksi meningkat sekitar 10 persen atau 4.500 orang dibandingkan 2006 lalu.Pendatang baru ini sebagian besar berasal dari Jawa Timur. Mereka datang menyusul kerabat serta tetangga yang telah sukses bekerja di Bali.Erwin menjelaskan para pendatang lebih banyak bekerja di sektor informal. Mereka bekerja di sektor fisik seperti pembangunan jalan, bangunan. Kondisi ekonomi Bali yang membaik akan meningkatkan pembangunan di sektor fisik."Artinya kesempatan kerja lebih jelas dan banyak," tuturnya.
(gds/ary)










































