MBG 5 Hari atau 6 Hari Seminggu? Ini Kata Kepala BGN

MBG 5 Hari atau 6 Hari Seminggu? Ini Kata Kepala BGN

Antara - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 14:56 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat konferensi pers terkait penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Dalam upaya memperkuat pengawasan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengganden
Kepala BGN Dadan Hindayana (Gilang Faturahman/detikfoto)
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons soal rencana efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengurangi jumlah penyaluran, dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu. Dadan mengatakan penyaluran MBG akan disesuaikan dengan kehadiran siswa di sekolah.

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," kata Dadan saat menanggapi usulan efisiensi Program MBG sebagaimana dilansir Antara, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dadan menegaskan, pada 2026, BGN fokus pada peningkatan kualitas seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga efektivitas program. Dia juga mengatakan MBG yang diterima adalah makanan yang segar dan siap santap.

"Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap dan dikirimkan ke lokasi penerima manfaat berbasis daftar yang telah didata. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan opsi untuk efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana efisiensi dilakukan dengan mengurangi jumlah penyaluran, dari enam kali seminggu menjadi lima kali seminggu.

Purbaya mengatakan negara bisa hemat sekitar Rp 40 triliun per tahun jika itu dilakukan. Angka itu baru berdasarkan hitungan kasar dari BGN.

"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).

Saksikan Live DetikSore:

Lihat juga Video 'Viral Pemilik Dapur MBG Nyawer di Konser Valen Akbar':

(zap/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads