Menlu Malaysia: Myanmar Tak Akan Dipecat dari ASEAN
Selasa, 16 Okt 2007 19:07 WIB
Kuala Lumpur - Posisi Myanmar sebagai anggota ASEAN aman walau kepemimpinan junta militernya dikritik setelah melakukan kekerasan terhadap demonstran sebulan lalu. Hal ini diungkapkan oleh Menlu Syed Hamid Albar setelah bertemu dengan utusan PBB Ibrahim Gambari.Syed Hamid menepis anggapan ASEAN akan membekukan keanggotaannya akibat pembubaran paksa demonstran yang berujung pada tewasnya 9 orang. "Jika Anda mau Myanmar terus diberikan sanksi, pertama kita seharusnya tidak bicara soal pembekuan keanggotaan. Tidak ada seorang pun yang mau berdialog bila terus diancam," katanya seperti yang dikutip oleh AFP, Selasa (16/10/2007).Syed Hamid menegaskan ASEAN tidak akan pernah membekukan anggota ke-10-nya. ASEAN tidak mempunyai prosedur atau mekanisme pembekuan hubungan terhadap anggotanya.Walaupun begitu, Syed Hamid, mengatakan pihaknya sebagai negara tetangga akan berusaha agar Myanmar tidak semakin dikucilkan oleh dunia internasional. Dia mengatakan akan terus membujuk Myanmar agar mau membuka komunikasi dan dialog dengan PBB."Peran penting ASEAN adalah memberikan dorongan dan keberanian, di mana pun kita bisa berperan, untuk meminta (Myanmar), sebagai anggota ASEAN, agar dapat bekerja sama dengan PBB," tambahnya.Syed Hamid mengatakan banyak hal yang harus dilakukan untuk Myanmar. Tetapi, ia menekankan, perubahan haruslah berasal dari dalam Myanmar sendiri.Gambari diagendakan juga akan bertemu dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Utusan PBB itu aka menyampaikan pesan Sekjen PBB Ban Ki-moon tentang peran negara Asia Tenggara untuk mengatasi krisis Myanmar.
(gah/gah)











































