Pemudik Serbu Malioboro dan Pusat Oleh-oleh Khas Yogyakarta
Selasa, 16 Okt 2007 16:35 WIB
Yogyakarta - Pemudik yang kembali ke Yogyakarta mulai mempersiapkan diri kembali ke daerah perantauannya. Mereka mulai menyerbu kawasan pusat perbelanjaan di Malioboro dan pusat oleh-oleh Bakpia Pathuk di kota gudheg Yogyakarta.Akibatnya, antrian panjang mobil berplat Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bogor nomor luar kota Yogyakarta terjadi di beberapa pintu masuk jalan menuju Kawasan Malioboro dan Jl KS Tubun, tempat pusat oleh-oleh khas Yogyakarta.Pantauan detikcom, Selasa (16/10/2007), di kawasan Malioboro antrian panjang mencapai 200-an meter terjadi di Jl Kleringan hingga Jl Mangkubumi yang merupakan pintu masuk Malioboro dari arah Utara. Sedang dari arah selatan antrian terjadi di Jl Mataram.Di sepanjang Jl Malioboro dan Taman Parkir Abu Bakar Ali hampir semua tempat parkir yang disediakan penuh dengan mobil luar kota. Volume kendaraan terus meningkat sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB ini.Para petugas pun tampak sibuk mengatur pengendara yang hendak memarkir kendaraannya di sepanjang jalur lambat. Sekitar 10 petugas dari Poltabes Yogyakarta tampak sibuk mengatur di sekitar Jl Pasar Kembang dan simpang Kleringan agar tak macet. Di pusat oleh-oleh makanan khas Yogyakarta, yakni Bakpia Pathuk di Jl KS Tubun dan Pasar Pathuk juga dipenuhi ribuan pemudik yang akan membeli buah tangan untuk sanak keluarganya. Demikian pula pusat oleh oleh di Jl Mataram juga dipenuhi pembeli.Banyaknya kendaraan yang datang menyebabkan lahan parkir yang disediakan tidak muat. Ratusan mobil terpaksa diparkir di sepanjang jalan tersebut. Akibatnya, kemacetan sepanjang 300 meter terjadi di sepanjang Jl Letjen Suprapto hingga simpang empat Ngampilan.Salah seorang pemudik asal Jakarta, Endarto Priyotomo mengatakan meski hampir tiap tahun mudik ke Yogyakarta, keluarganya tidak lupa membeli oleh-oleh makanan khas Yogya berupa bakpia dan makanan lainnya ke Pathuk. Oleh-oleh tersebut untuk teman-teman kantor, kerabat, dan tetangga di Jakarta."Hari ini dan kemarin kami memborong pakaian batik di Pasar Beringharjo dan makanan untuk oleh-oleh. Hari ini kami harus pulang ke Jakarta karena besok sudah masuk kerja," tutur Endarto.
(bgs/ary)











































