Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai upaya menghemat konsumsi BBM. Berbagai usulan hari WFH muncul, tapi diwanti-wanti tidak berdekatan dengan hari libur agar tidak menjadi long weekend.
Wanti-wanti itu disampaikan legislator di DPR. Mereka setuju dengan penerapan satu hari WFH asal tidak berdekatan dengan waktu libur Sabtu-Minggu.
Kapoksi PKB Komisi II DPR Muhammad Khozin mengingatkan WFH pada hari Jumat berpotensi meningkatkan mobilitas di akhir pekan. Ia khawatir pemilihan WFH pada hari Jumat justru bakal menjadi momen libur panjang.
"WFH di hari Jumat justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat jelang akhir pekan. WFH hari Jumat berpotensi berubah menjadi 'long weekend' karena berdekatan dengan akhir pekan," kata Khozin, Rabu (25/3/2026).
Ia pun mengingatkan kebijakan WFH harus menyasar ke target tujuan. Ia tak ingin penetapan WFH justru meningkatkan penggunaan BBM dan mobilitas warga.
"Yang artinya, tujuan WFH menjadi bias karena mobilitas warga masih tetap tinggi," ujarnya.
Senada, anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mewanti-wanti hal yang sama. WFH tiap Jumat bisa ditafsirkan long weekend, yang malah akan disalahgunakan para pekerja untuk berwisata.
"Mengenai hari pelaksanaan WFH, menjadi kewenangan pemerintah untuk menetapkannya. Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat, potensial hari tersebut digunakan justru untuk berwisata. Publik bisa menganggap jadi hari libur panjang," kata Ahmad Irawan kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Legislator Golkar ini menilai WFH di Jumat akan berpotensi menyimpang dari tujuan. Ia khawatir penghematan BBM justru tak dilakukan lantaran ramai-ramai memaknai WFH itu sebagai libur panjang.
"Dari awalnya kita bermaksud untuk menghemat penggunaan BBM, justru tujuan tersebut bisa tidak tercapai," ungkapnya.
Ia pun menjelaskan pertimbangan usulan WFH di Rabu setiap minggunya. Irawan menilai ada kecenderungan, jika WFH pada Senin, pegawai bisa memperpanjang masa liburnya. Sedangkan WFH pada Kamis, menurutnya, masyarakat berpotensi mengambil cuti di Jumat dan rentang libur bisa lebih lama lagi. Menurutnya, pertimbangan dari segala aspek perlu dikaji oleh pemerintah.
"Mengenai usulan hari, sebenarnya WFH paling tepat itu hari Rabu setiap minggunya. Pertimbangannya sebagai berikut: kalau hari Senin, masyarakat punya kecenderungan memperpanjang libur akhir pekannya. Kalau Kamis, orang bisa mengajukan cuti atau libur untuk hari Jumat. Jadi masyarakat bisa liburan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu," katanya.
(eva/wnv)