Iran Penjarakan Seorang Aktivis Anti Hukuman Mati

Iran Penjarakan Seorang Aktivis Anti Hukuman Mati

- detikNews
Minggu, 14 Okt 2007 23:38 WIB
Teheran - Iran menahan sorang aktivis anti hukuman mati terkenal Emaddedin Baghi. Kegiatan Baghi mengkampanyekan penolakan hukuman gantung dianggap membahayakan dan menganggu ketertiban.Penahanan Baghi dilakukan kepolisian Iran pada Minggu (15/10/2007). Hal ini diungkapkan pengacara Baghi Saleh Nikbakht seperti dikutip AFP."Dia ditahan karena menyebarkan propaganda anti pemerintah dan mempublikasikan dokumen rahasia negara," ungkap Nikbakht.Penahanan ini merupakan kali kedua yang dialami Baghi, setelah pada 2000-2003 dia dipenjara akibat membuat tulisan-tulisan anti pemerintah yang dipublikasikan beberapa koran pro reformasi di Iran.Baghi yang mantan jurnalis itu, dianggap telah menyebarkan dokumen rahasia negara yang diperolehnya dari seorang tahanan. Tidak disebutkan apa isi dokumen yang diungkapkan Baghi itu dalam sebuah seminar yang diselenggarakan organisasinya beberapa waktu lalu.Sepanjang bulan September lalu, aktivitas Baghi dalam mengkampanyekan anti hukuman mati di negara Mullah itu cukup gencar. Dia mengkritisi hukuman mati yang diterapkan pemerintah Iran. Dia menulis sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada pemimpin-pemimpin partai reformis di Iran termasuk kepada mantan Presiden Mohammad Khatami dan mantan Ketua Parlemen Iran Mehdi Karroubi. Surat terbuka itu berisi kecaman karena para pemimpin politik di negeri itu tidak memberi reaksi atas meningkatnya jumlah terpidana mati yang dihukum gantung selama 2007.Sebagai catatan, hingga Oktober 2007, sedikitnya 207 terpidana mati di Iran telah dieksekusi dengan cara digantung. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2006.Aktivitas Baghi yang dikenal cukup luas itu pernah mendapat penghargaan HAM dari pemerintah Prancis. Di Iran, para kriminal yang melakukan kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan bersenjata dan pengedar narkoba bisa diancam dengan hukuman mati.Sebagai negara Islam, aturan hukum di Iran sangat keras terhadap para pelaku kejahatan. Negara yang dipimpin Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu diyakini menduduki rangking kedua setelah Cina dalam jumlah pelaksanaan hukuman mati. (bal/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait