Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bicara situasi yang memanas di Timur Tengah saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas, Jakarta Pusat. Ia menyebut eskalasi perang di wilayah tersebut imbas perang antara Amerika Serikat (AS)-Irael dan Iran.
"Peserta apel dan para hadirin yang saya banggakan, sebagaimana kita ketahui bersama, situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang semakin meningkat. Mulai dari konflik antara Israel dan Palestina, hingga Israel, Amerika Serikat, dan Iran," ujar Jenderal Sigit dalam sambutannya di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Jenderal Sigit mengatakan konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Serta, memicu rangkaian aksi balasan militer.
"Serangan terhadap infrastruktur strategis di negara kawasan Timur Tengah lainnya, termasuk serangan kilang minyak Aramco. Fasilitas penyimpanan minyak di Teheran dan Provinsi Alborz, serta pertokoan dan berbagai fasilitas publik di Beirut, Lebanon," ucapnya.
Kapolri menjelaskan situasi tersebut berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak terhadap stabilitas ekonomi global. Apabila situasi ini tidak membaik, maka, lanjut dia, akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah.
"Memicu kenaikan harga berbagai komoditas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi, dan pengetatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional," jelasnya.
(dvp/maa)