PBB Sebut Perang Timur Tengah di Luar Kendali, Peringatkan Dampak Meluas

PBB Sebut Perang Timur Tengah di Luar Kendali, Peringatkan Dampak Meluas

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 25 Mar 2026 22:51 WIB
United Nations Secretary-General Antonio Guterres addresses the 79th United Nations General Assembly at U.N. headquarters in New York, U.S., September 24, 2024. REUTERS/Mike Segar/File Photo Purchase Licensing Rights
Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: REUTERS/Mike Segar/File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini sudah berada di luar kendali. Ia memperingatkan konflik yang terus berlanjut akan memicu krisis kemanusiaan dan dampak ekonomi global yang lebih luas.

"Konflik ini telah melampaui batas yang bahkan dibayangkan para pemimpin dunia," kata Guterres dilansir AFP, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, dunia kini menghadapi risiko perang yang semakin meluas, diiringi meningkatnya penderitaan manusia serta guncangan terhadap perekonomian global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sudah terlalu jauh," tegas Guterres.

ADVERTISEMENT

Guterres pun menyerukan agar semua pihak segera menahan diri dan mencari jalan keluar damai guna
mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.

Kawasan Timur Tengah kini kian memanas. Di tengah konflik dengan Iran, militer Israel kini menggempur habis-habisan Lebanon. Ribuan orang tewas karena serangan Israel.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan roket terhadap Israel. Serangan itu diklaim Hizbullah sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah. Tidak hanya itu, Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat untuk menyerbu area perbatasan Lebanon.


Laporan harian Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (25/3/2026), menyebut bahwa sedikitnya 33 orang tewas dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka dalam 24 jam terakhir.

Dengan tambahan tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, total korban tewas sejauh ini mencapai 1.072 orang. Sebanyak 2.966 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam laporan detailnya, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa sedikitnya 17 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka sepanjang Selasa (24/3) akibat serangan udara dan tembakan artileri Israel yang menargetkan bangunan permukiman dan area-area di berbagai wilayah Lebanon.

(eva/wnv)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads