"Saya minta kalau bisa opsi itu paling akhir. Bukan terakhir, paling akhir. Paling akhir," kata Misbakhun kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Komisi XI juga akan memanggil Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas hal ini. Sebab, ada situasi global yang jadi tidak menentu akibat perang.
"Kita akan agendakan itu. Kita akan agendakan itu. Tapi kita lihat ini kan suasananya masih dalam situasi ketidakpastian di awal. Reaksi-reaksi itu kan semuanya masih sifatnya sangat tidak tetap, masih volatile," ungkapnya.
Misbhakun berharap situasi akan mereda, mengingat Presiden Amerika Serikat yang mulai melunak. Harga minyak hari ini, menurut dia, juga tidak mengalami kenaikan ekstrem.
"Jadi kita mudah-mudahan dengan tadi pagi pidatonya Trump juga mulai agak melunak dan situasinya mudah-mudahan dalam waktu dekat juga akan mereda. Buktinya hari ini minyak kembali mendekati ke 80, tidak terlalu ekstrem," sebut dia.
"Jadi kalau menurut saya, kita respons kita harus terukur. Wait and see. Jangan kita langsung setiap gerakan diberikan reaksi. Kita harus lihat seperti apa kejadiannya, respons berikutnya seperti apa," tambahnya.
Lihat juga Video: Harga BBM Naik, Pakistan Liburkan Sekolah-50% Pekerja WFH!
(ial/gbr)











































