Pamitan Pesantren Kilat, Jejak Fitri Lenyap
Sabtu, 06 Okt 2007 06:56 WIB
Bandung - Orangtua mana yang tidak cemas, jika anak gadis satu-satunya yang menjadi dambaan hilang tiba-tiba. Sebulan lalu, Fitriani (19) pamit untuk pesantren kilat selama seminggu. Namun, jangankan pulang, SMS atau telepon pun tidak pernah dilakukan.Saat detikcom, Jumat (5/10/2007) pukul 20.30 WIB berkunjung ke rumah orangtua Fitri di Gang Desa RT 3 RW 2 Kiaracondong Bandung, rumah bercat krem tersebut tampak sepi. Menurut salah seorang tetangga, ayah dan ibu Fitri, Mulyana (45) dan Eni Siti Haryani (43) berada di RS sedang menunggui anak bungsunya yang telah dirawat seminggu di Ruang ICU karena sakit.Akhirnya detikcom berkunjung ke rumah Paman Fitri dari pihak ibu, Odang Didi (54) yang rumahnya berbeda gang namun di RT dan RW yang sama."Besok (Sabtu ini-red) tepat sebulan Fitri pergi. Dia pamit ingin pergi pesantren kilat selama seminggu. Tapi hingga saat ini sudah sebulan, Fitri belum pulang. Orangtua mana yang tidak cemas," ujar Odang.Saat pamit pergi, kata Odang, Fitri tidak memberitahukan lokasi pesantren kilat yang jadi tujuan. "Fitri kan guru TPA di deket rumah, nah sebelum Ramadan kan ada libur satu minggu, makanya dia bilang mau pesantren selama seminggu," katanya.Jumat 5 Oktober, Mulyana melaporkan ke polisi telah kehilangan anaknya. Menurut Mulyana, Fitri pergi bersama Ahriani Yulvie, mahasiswi Poltek Padjajaran. Keduanya diduga ikut pengajian kelompok Alquran Suci.
(ern/nvt)











































