Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Densus 88 Antiteror Polri untuk meningkatkan kewaspadaan penuh menjelang Idul Fitri 1447 H. Dia menekankan pentingnya mempertahankan rekor tanpa serangan teror (zero terrorist attack) yang berhasil dijaga selama tiga tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Jenderal Sigit dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026). Dengan mengusung tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', Jenderal Sigit duduk bersama para menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan langkah pengamanan.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam rapat ini, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu, hadir pula Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam arahannya, Jenderal Sigit mengungkapkan keberhasilan menjaga keamanan dari ancaman terorisme sejak 2023 hingga 2026 merupakan capaian yang harus terus dilanjutkan.
"Terkait dengan aksi teror, ini juga tentunya menjadi perhatian kita. Di tahun 2023 sampai 2025 kemarin, kita berhasil untuk mencegah terjadinya aksi serangan teror. Artinya kita terus melakukan berbagai macam upaya mulai dari preventive strike," kata Jenderal Sigit dalam paparannya.
Jenderal Sigit memaparkan data penindakan yang telah dilakukan, di mana pada 2025 Polri telah mengamankan 51 tersangka teroris. Bahkan, pada pelaksanaan mudik tahun lalu, aparat berhasil mengamankan 7 orang target sebelum sempat melancarkan aksinya.
Meski demikian, dia mengingatkan potensi ancaman masih nyata. Saat ini, Polri tengah memantau pergerakan 13.252 target yang masuk radar pengawasan.
Kewaspadaan ini dinilai krusial mengingat situasi geopolitik global yang sedang memanas.
"Tentunya ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," tutur Jenderal Sigit.
Pada kesempatan itu, Jenderal Sigit turut menyoroti situasi di Timur Tengah yang dapat memicu simpatisan sel-sel tidur di dalam negeri.
"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran. Ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan zero terrorist attack," imbuhnya.
Karena itu, untuk memastikan keamanan selama momentum Lebaran 2026, Jenderal Sigit meminta adanya sinergi yang kuat antar lembaga. Dia menginstruksikan jajarannya untuk bekerja sama dengan intelijen, TNI, serta Pemerintah Daerah dalam melakukan pendataan ulang dan pemantauan ketat.
"Tolong ini betul-betul kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah, bagaimana kita memantau pendataan ulang terkait dengan kelompok-kelompok teroris dan aktif teror yang saat ini sedang kita ikuti," pungkasnya.
Adapun rapat ini diikuti oleh 302 peserta secara tatap muka, termasuk 28 PJU Mabes Polri dan 36 Kapolda dari seluruh Indonesia. Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi ini akan dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus. Seluruh pejabat Operasi Ketupat 2026 hadir dalam Rakor ini.
Sementara itu, para Kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual untuk memastikan instruksi pusat tersampaikan hingga ke level wilayah.
Kapolri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder untuk melayani masyarakat yang mudik dan merayakan Idul Fitri 1447 H. Ini sesuai dengan tagline mudik 2026 yakni 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.











































