3 Jalur Mudik Rawan Asap

Jalur Bandung-Cirebon

3 Jalur Mudik Rawan Asap

- detikNews
Selasa, 02 Okt 2007 11:00 WIB
3 Jalur Mudik Rawan Asap
Bandung - Lebaran tahun ini dirayakan dalam kondisi musim kemarau yang kering. Asap pun menjadi menjadi ancaman serius di sejumlah jalur mudik di Jawa Barat. Pemudik harus ekstra hati-hati.Asap akan ditemui di 3 ruas jalan terutama bagi pemudik dari arah Bandung ke Cirebon. Daerah rawan asap pertama ada di Tol Cileunyi. Daerah persawahan menjelang pintu Tol Cileunyi rawan asap yang bisa mengganggu jalan tol.Petani memang kerap membakar sisa padi untuk mengembalikan unsur hara tanah. Namun jika angin berhembus ke arah jalan, maka hal itu adalah ancaman serius.Pantauan detikcom akhir pekan kemarin, ada asap tebal dari sawah di tepi jalan tol berhembus ke jalanan. Kendaraan terpaksa menerjang asap tebal dalam kecepatan tinggi. Kondisi ini sungguh berbahaya.Asap demikian pekatnya sehingga kendaraan seolah lenyap saat menerjang asap. Oleh karena itu, dipasang papan waspada asap di Tol Cileunyi.Kondisi rawan asap juga ditemui di daerah Tomo, Sumedang. Lupakan kawasan Tomo yang rimbun dengan hutan jati. Kawasan ini kini gersang dan panas. Hutan-hutan jati sudah gundul. Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten berupaya menghijaukan hutan dengan acasia mangium, namun hasilnya belum terasa.Bekas hangus menghampar di sepanjang hutan jati ini. Bahkan detikcom mendapati rumput yang sedang terbakar sebelum Jembatan Cimanuk. Untunglah angin tidak berhembus ke arah jalan.Tidak jelas apakah rumput ini terbakar atau sengaja dibakar. Tidak ada orang di sekitar api yang bisa dimintai keterangan. Yang jelas, Perum Perhutani menyebar sejumlah papan peringatan untuk mencegah kebakaran hutan.Daerah rawan asap juga kembali ditemui hampir di sepanjang Tol Palikanci. Tampak bekas hangus tidak hanya di pinggir jalan tol, namun juga di median jalan. Untung saja tidak ada asap yang mengepul. Pihak Jasa Marga bahkan memberi peringatan kepada para pengemudi untuk tidak membuang puntung rokok di jalan tol.Saat berkendara di Tol Palikanci, ada baiknya juga Anda waspada dengan Angin Kumbang. Angin fohn lokal ini adalah angin musiman di daerah Cirebon pada masa pancaroba.Tiupannya sangat kencang pada sore hari. Saat detikcom melarikan kendaraan di atas 100 km/jam di Tol Palikanci, hembusan angin Kumbang dapat menggoyang mobil dan pengemudi harus memegang setir erat-erat.Waspadai faktor alam dan ulah sebagian orang yang membakar lahan. Namun, kita juga harus disiplin kepada diri sendiri untuk tidak memperburuk situasi dengan membuang puntung rokok sembarangan. (fay/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads