Menag: 98% Rumah Ibadah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Beroperasi

Menag: 98% Rumah Ibadah Terdampak Bencana Sumatera Sudah Beroperasi

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 14:45 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat berada di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jumat (6/2/2026).
Foto: Eko Susanto/detikJateng
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan sebanyak 98 persen rumah ibadah yang terdampak bencana di Sumatera sudah bisa kembali digunakan. Total ada sebanyak 1.593 rumah ibadah yang terdampak bencana.

"Rumah ibadah, kami juga perlu jelaskan bahwa total terdampak di tiga provinsi 1.593, sudah operasional digunakan 1.558 atau 98 persen, tinggal 35 unit dan membutuhkan data-dana Rp 17,5 miliar," kata Nasaruddin dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasaruddin mengatakan sebanyak 773 madrasah terdampak. Sedangkan 651 atau 84 persen sudah beroperasi lagi.

"Ya, yang belum adalah 122 dan dana yang dibutuhkan untuk itu Rp 228 miliar," ujarnya.

Kemudian, kata dia, sebanyak 1.173 pondok pesantren terdampak. Sebanyak 883 atau 75 persen telah kembali beroperasi.

"Yang belum operasional 290 dan dana yang diperlukan untuk itu 144,64 miliar," ujarnya.

Nasaruddin mengatakan total anggaran yang diusulkan untuk pemulihan mencapai Rp 702,92 miliar. Dia mengatakan hal itu telah diajukan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

"Yang kami usulkan ke Pak Mensesneg itu 702,92 miliar, tapi belum mendapatkan persetujuan Mensesneg. Kami mohon pada kesempatan ini betul-betul kita perlukan," ujarnya.

Di Aceh, jumlah madrasah terdampak mencapai 471 unit, terdiri dari 192 rusak ringan, 223 rusak sedang, 47 rusak berat, dan 9 direlokasi. Di Sumatera Utara terdapat 263 madrasah terdampak, dengan rincian 222 rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 41 rusak berat. Sementara di Sumatera Barat terdapat 39 madrasah terdampak, terdiri dari 6 rusak ringan, 8 rusak sedang, 22 rusak berat, dan 3 relokasi.

"Jadi, perhitungan kerusakan berdasarkan kerusakan ruang esensial, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, administrasi, dan ruang kepala madrasah," katanya.

Tonton juga video "Menag Minta Perbedaan Awal Puasa Ramadan Tak Timbulkan Perpecahan"

(amw/dek)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini