Distribusi Makanan di Myanmar Mulai Seret, Anak-anak Kelaparan
Sabtu, 29 Sep 2007 16:55 WIB
New York -
Badan Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) di bawah PBB cemas. Kerusuhan Myanmar membuat distribusi makanan terhambat. Anak-anak bisa-bisa kelaparan."Kami minta kepada otoritas setempat agar diberikan akses ke semua bagian di negeri itu," kata Direktur Eksekutif WFP Josette Sheeran di Markas PBB, New York, AS, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (29/9/2007).Aksi kekerasan junta militer Myanmar terhadap demonstran yang dimpimpin biksu telah menewaskan 13 orang dan ratusan orang dipenjara.Diungkapkan WFP, Mynamar telah menghentikan semua distribusi komoditas makanan dari Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.Kerusuhan Myanmar juga telah memperlambat upaya distribusi makanan di Sittwe, 560 km barat Yangon."Kami harus melindungi orang-orang yang rentan diserang. Mereka yang lapar kebanyakan anak-anak kecil, begitu juga penderita HIV/AIDS, dan TBC," kata Sheeran.Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) di bawah PBB menempatkan Myanmar sebagai negara kedua terburuk soal sistem kesehatan setelah Sierra Leone.Myanmar tercatat sebagai negara dengan penderita TBC cukup tinggi, yakni 97 ribu kasus per tahun. Begitu juga dengan malaria yang bisa menyebabkan kematian.
(sss/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































