Koran Myanmar Dibredel, Jaringan Internet Diputus

Koran Myanmar Dibredel, Jaringan Internet Diputus

- detikNews
Jumat, 28 Sep 2007 15:54 WIB
Yangon - Gonjang-ganjing di Myanmar terus berlangsung di jalan-jalan Yangon. Tekanan pemerintahan junta militer membuat sejumlah koran dibredel. Jaringan internet pun diputus."Koran-koran dipaksa tutup karena mereka menolak mengemban misi propaganda pemerintah," kata seorang pemimpin industri media massa yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP, Jumat (28/9/2007).Badan Sensor Myanmar menerapkan kontrol ketat terhadap media massa untuk membatasi pemberitaan. Namun kali ini kontrol itu kian ketat.Bahkan orang-orang yang kedapatan menggunakan ponsel maupun kamera diganjar pukulan tentara Myanmar. Dan yang paling sadis menimpa jurnalis Jepang Kenji Nagai yang didor dari jarak dekat hingga tewas karena membawa handycam.Penerbit koran juga kesulitan beroperasi karena kerusuhan membuat situasi tidak memungkinkan bagi para loper menjual koran.4 Koran mingguan milik grup Eleven Media, 2 koran mingguan milik Yangon Media, dan 3 koran mingguan Kamudra, Voice and Market stop terbit. Koran lainnya dari grup Pyi Myanmar bahkan berencana bubar. Sedangkan koran Myanmar Times mengindikasikan akan terus terbit.Pengetatan terhadap media massa Myanmar meliputi pemutusan hubungan telepon terhadap jurnalis lokal dan asing, serta memberi warning terhadap jurnalis agar tidak meliput demonstrasi.DiputusTidak hanya itu, jaringan utama internet di Myanmar juga putus. Pejabat Pos dan Telekom Myanmar menjelaskan hal itu diakibatkan kabel di bawah laut rusak.Padahal pejabat telekom di Bangkok, Thailand yang menyuplai layanan satelit ke Myanmar menyebutkan layanan internet di Myanmar telah diputus di bawah kontrol pemerintahan junta.Alhasil, tidak bisa dilakukan akses email maupun internet sejak pagi hari di Myanmar. Sejumlah kafe internet terpaksa tutup menyusul kerusuhan selama 2 hari yang telah menewaskan 13 orang dan ratusan orang terluka itu.Para jurnalis, aktivis, maupun blogger kesulitan mengirimkan gambar situasi terakhir Myanmar.Gambar-gambar aksi kekerasan tentara Myanmar terhadap demonstran yang dipimpin biksu kebanyakan disebarkan para blogger ke seluruh dunia.Junta Myanmar menuding media asing menghasut demonstran melawan pemerintah. (sss/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads