Tak Perlu Menginternasionalisasikan Kasus Dalam Negeri
Kamis, 27 Sep 2007 18:01 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengingatkan dampak buruk membawa masalah dalam negeri ke dunia internasional. Misalkan, dalam kasus pembunuhan Munir yang justru bisa membuat penyidikan menjadi kabur."Kita jangan membiasakan diri menginternasionalisasikan masalah-masalah dalam negeri, itu akan menjadikan bangsa kita selalu berada di bawah pengaruh asing," seru Hasyim di Jakarta, Kamis (27/9/2007).Pernyataan mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur tersebut menanggapi kecendrungan internasionalisasi sejumlah masalah dalam negeri seperti kasus korupsi Mantan Presiden Soeharto dan kasus pembunuhan Munir aktivis HAM Munir.Hasyim menilai campur tangan asing membuat permasalahan merembet kemana-mana dan akan menggerus martabat bangsa dengan munculnya intervensi asing dalam bidang politik, ekonomi dan intelijen. "Jika diteruskan permasalahan menjadi kabur," jelasnya.Hasyim meminta penegak hukum untuk serius mengungkap permasalahan dalam negeri sehingga tidak memberi celah kasus dalam negeri diinternasionalkan. Terkait kasus Munir, Hasyim mendukung penuh kasus tersebut diungkap tuntas.Hanya saja Hasyim mewanti-wanti agar penyidikan dilakukan secara hati-hati dan tidak menyeret pihak-pihak yang tidak bersalah. Misalnya memunculkan nama Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M As'ad yang dikait-kaitkan dengan masalah tersebut tanpa ada bukti."Kasus Munir memang harus selesai, masalahnya orang seperti Pak As'ad yang dari sipil justru disangkutkan secara tidak logis. Saya tahu betul Pak As'ad, dia bukan tipe orang yang berbuat nista kepada orang lain apalagi pada tokoh HAM sekaliber Munir," tegasnya.
(mar/mar)











































