'Junta Militer Myanmar' Hajar 'Biksu' di Jl Agus Salim
Jumat, 28 Sep 2007 11:28 WIB
Jakarta - Popor senapan milik 'junta militer Myanmar' menghajar sekitar 10 'biksu' di depan Kedubes Myanmar untuk RI. Mereka juga memukuli dan menginjak-injak para 'biksu' itu.Itulah secuplik aksi teatrikal yang digelar sekitar 20 orang di depan Kantor Kedubes Myanmar, Jl Agus Salim, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2007).Sekitar 10 orang mengenakan jubah dari kantong kresek hitam dan topeng yang digambari wajah biksu. Tiba-tiba mereka diserang 3 'anggota junta militer' yang mengenakan seragam loreng. Wajah 3 orang itu ditutup topeng bergambar pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Senior Than Shwe.Dengan sadis, para 'biksu' itu dipukuli, diinjak, dan dipukul dengan popor. Akhirnya, mereka pun ditembak.Pendemo yang merupakan pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), menamakan dirinya Solidaritas Demokrasi untuk Myanmar. Poster bertuliskan 'Stop violence now' dan 'No more blood' turut diusung."Kami meminta agar rezim junta militer menghentikan kekerasan terhadap aksi damai para biksu, kelompok pro demokrasi dan warga sipil lainnya," kata korlap Sanusi Ramadhan dalam orasinya.Selain itu, pendemo menuntut agar pemimpin Liga Nasional Demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, dibebaskan. Mereka juga meminta agar pemilu yang demokratis segera digelar di Myanmar.Usai berorasi dan menyampaikan pernyataan sikap, pengunjuk rasa membakar kardus putih yang dibentuk keranda, bertuliskan 'Matinya Demokrasi di Myanmar'.Aksi yang dimulai pukul 10.45 WIB dan selesai pada pukul 11.10 WIB ini cukup menarik perhatian warga yang melintas. Namun tidak menimbulkan kemacetan. Aksi diamankan sekitar 10 petugas dari Polres Jakarta Pusat.
(fiq/sss)











































