Pemerintah Dituding Beritikad Tidak Baik Dalam Seleksi KPU
Kamis, 27 Sep 2007 22:38 WIB
Jakarta - Lolosnya Theofilus Waimuri untuk mengikuti fit and proper test di DPR dalam seleksi anggota KPU dituding merupakan itikad tidak baik pemerintah. Mantan diplomat itu diketahui pernah menjadi caleg Partai Demokrat dalam Pemilu 2004 lalu."Sejak awal sudah bisa dilihat itikad tidak baik pemerintah dalam hal ini," cetus anggota Komisi II DPR dari FPDIP Eka Santosa di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2007).Eka yang mantan Ketua DPRD Jabar itu mencurigai, upaya meloloskan Theofilus oleh pemerintah ke DPR bersama 20 calon lainnya bukan semata-mata keteledoran.Kecurigaan itu semakin menguat setelah tidak ada upaya koreksi apapun dari pihak pemerintah setelah terdeteksi adanya sejumlah kesalahan yang cukup fatal.Lebih lanjut, Eka menyebutkan, ada tiga kesalahan dalam proses seleksi di tingkat panitia seleksi calon anggota KPU. Adanya indikasi politik uang, kesimpangsiuran pelaksanaan tes psikologi calon anggota, serta adanya kandidat yang berafiliasi dengan suatu parpol."Kami sangat menyesalkan ketidakseriusan pemerintah dalam hal ini. Ibu Mega pun memberi perhatian dalam kasus ini," kata Eka yang mengaku menyampaikan hal tersebut kepada Megawati dalam rapat DPP PDIP.Solusi minimal untuk masalah ini kata Eka adalah Theofilus tidak boleh diikut sertakan dalam proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR."Saya ngotot menekankan hal ini karena KPU adalah institusi yang nantinya akan melaksanakan proses demokrasi besar," tandasnya.
(bal/bal)











































