Komika Pandji Pragiwaksono menjalani ritual adat Ma'sarrin dan Kadang Tua' atau permohonan maaf kepada leluhur Toraja. Sanksi denda satu ekor babi dan lima ekor ayam yang dijatuhkan kepada Pandji juga disembelih sebagai persembahan yang kemudian dimakan bersama.
Dilansir detikSulsel, Kamis (12/2/2026), ritual ini digelar di wilayah Tongkonan Kaero Sangalla', Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (11/2/2026). Hewan yang diberikan Pandji merupakan persembahan untuk penyucian dan pemulihan harmonisasi yang telah rusak.
Hewan yang dikurbankan kemudian dimasak tanpa bumbu dan dihidangkan menggunakan alas daun pisang. Hidangan ini selanjutnya disantap bersama oleh Pandji, para tokoh adat, dan masyarakat yang hadir di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat tokoh adat yang memandu ritual banyak memberi wejangan dan nilai-nilai adat Toraja kepada Pandji. Sementara itu, Pandji mendengarkan dengan saksama.
Pandji mengaku baru pertama kali menjalani sanksi adat. Dia menyebut menjadikan hal itu sebagai pembelajaran berharga.
"Ini benar-benar pelajaran berharga bagi saya. Banyak hal baru yang saya dapatkan, keindahan alam, aneka adat budaya, dan keramahan masyarakat. Dan memang, kalau mau tahu Toraja, ya harus datang langsung ke Toraja," ujar Pandji kepada wartawan seusai ritual.
"Saya anggap ini semacam mungkin jadi ada berkahnya ya, bahwa tanpa kejadian ini mungkin saya tidak akan bertemu tokoh adat dan perwakilan dari 32 wilayah adat," lanjutnya.
Simak selengkapnya di sini.
Simak juga Video 'Melihat Sidang Adat Toraja Pandji Pragiwaksono':
(yld/idh)










































