Usai Merampok Money Changer, Briptu Heriyansah Bunuh Diri
Kamis, 27 Sep 2007 00:18 WIB
Palembang - Seusai merampok perusahaan penukaran uang (money changer) di Jalan Mayor Salim Batubara, Palembang, Rabu (26/09/2007) sore, seorang polisi bernama Brigadir Satu Heriyansah (28) yang bertugas di Unit Samapta Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Kemuning, bunuh diri. Mayat Heriyansah terkapar di depan PT Sadita Indah Cipta, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penukaran uang pecahan milik Doni Pisiantoro (32), di tengah kerumunan massa.Polisi warga Jalan Bakaran, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang, itu tewas dengan luka tembak tepat di belakang telinga kanannya hingga tembus ke kening kiri. Tak jauh dari jenazah, ditemukan sepucuk senjata api (Senpi) laras pendek jenis colt yang merupakan senjata standar Polri berikut lima selongsong pelurunya."Dia (polisi) itu merampok dengan menodongkan senjata ke arah Satpam kantor kami bernama Ariyanto, dan kasir kami yang bernama Sutriani. Setelah itu dia merampas uang ratusan ribu di atas meja Direktur, senilai Rp 80 Juta," ujar Yohanes Hendri Kusuma salah seorang kasir di money changer tersebut, saat dirawat di Rumah Sakit (RS) Charitas, Palembang, akibat luka tembak dibahu kanan yang dideritanya.Menurut Hendri, pelaku yang akhirnya diketahui merupakan anggota polisi tersebut awalnya masuk sendirian ke dalam ruang money changer tersebut, dengan tanpa melepaskan helm serta masker penutup mulut dan hidung yang dikenakan pelaku saat itu. Dengan membawa sebuah ransel berwarna hitam di punggungnya, pelaku masuk dan langsung menuju ke meja kasir yang saat itu dijaga Sutriani.Sementara Sutriani, saat diperiksa di ruang riksa unit Pidana Umum (Pidum) Poltabes Palembang, Jakabaring, Palembang, mengatakan dirinya sempat bertanya kepada si polisi mau menukar uang pecahan berapa. Tidak dijawab, polisi itu langsung meraih pistol dari dalam ranselnya dan menodong Ariyanto, satpam perusahaan yang berdiri tak jauh dari meja kasir."Kami berdua langsung diperintahkan dia (pelaku) untuk masuk ke ruang kasir, di sana ada pak Doni, serta Yohanes. Melihat banyak uang pecahan seratus ribu di atas meja Direktur, ia (pelaku) langsung meraup uang tersebut ke dalam tas ransel yang dibawanya," terang Sutriani di hadapan petugas.Setelah berhasil merampas uang tersebut, lanjut dia, pelaku langsung mencoba melarikan diri. Namun Doni Pisiantoro pemilik perusahaan warga Jln Sukorejo, Setunggal, No. 40, RT 31/11, 8 Ilir, Ilir Timur (IT) II tersebut sempat melemparkan vas bunga ke arah pelaku.Merasa mendapat perlawanan, lanjut Sutriani, pelaku sempat melepaskan tembakan yang mengenai bahu kiri Yohanes. Meski tak telak, tak ayal Yohanes terpaksa dirawat di RS Charitas Palembang. Sementara itu, salah seorang kasir lain Ratna yang luput dari ancaman todongan senpi pelaku, berhasil berlari keluar kantor money changer tersebut dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Menurut dia, saat akan berlari menuju ke arah sepeda motor Yamaha Jupiter MX BG 7030 MT milik pelaku yang diparkir di luar halaman money changer, pelaku sempat panik melihat massa yang telah mengepung dan mengerumuninya."Saat itulah kami dengar suara tembakan dan kami ketahui ternyata dia (pelaku) telah tewas bersimbah darah. Menurut warga sekitar yang melihat dia (pelaku) tewas dengan kepala ditembus peluru dari senjata apinya sendiri," urai Sutriani lebih lanjut.
(tw/asy)











































