Iin Rencanakan Pembunuhan Sejak 21 September
Rabu, 26 Sep 2007 20:30 WIB
Garut - Sering menjadi sasaran cemoohan membuat pelaku pembantaian di Garut, Jawa Barat, Iin Sutisna menjadi gelap mata. Dia pun berencana membunuh Elis Sunarti sejak Jumat 21 September 2007."Tersangka sering diledek mukanya jelek, banyak jerawatnya. Korban juga berkata, kalau mau laku dan mendapat jodoh, dia harus membenahi wajah. Dari situlah dia dendam," ujar Kapolres Garut, AKBP Eko Budi Sampurno kepada detikcom, Rabu (26/9/2007).Kesal dengan ejekan itu, Iin pun merencanakan pembunuhan sejak Jumat 21 September. Namun rencana itu selalu urung dan baru diwujudkan pada Senin 24 September, sekitar pukul 23.30 WIB.Eko menjelaskan, polisi menduga Elis Sunarti sempat melakukan perlawanan saat dibantai. Itu sebabnya, polisi mengincar warga sekitar yang mempunyai luka di sekitar tangan atau jarinya.Setelah ditelusuri, ciri-ciri itu didapat pada Iin yang telunjuk kanannya dibalut perban. Iin yang sejak SMP sering menenggak miras itu mengaku lukanya disebabkan sayatan tali layangan."Setelah didesak, akhirnya dia mengaku telah membunuh Elis dan kedua anaknya," ujar Eko.Iin Sutisna (17) ditangkap hari ini sekitar pukul 11.00 WIB di rumahnya, Kampung Pulo RT 1 RW 13 Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu. Rumah pria yang merupakan siswa kelas 3 SMA Al Hikmah Cibatu itu hanya berjarak 50 meter dari rumah korban, Elis Sunarti."Tersangka dijerat pasal berlapis. Sebab selain melakukan pembunuhan berencana, dia juga melakukan pemerkosaan," kata Eko.Iin yang kini ditahan di Mapolres Garut diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan, pasal 365 tentang perampokan dan pasal 285 tentang pemerkosaan."Hukuman minimalnya seumur hidup, dan maksimal hukuman mati," kata Eko.
(fiq/nvt)











































