×
Ad

Laporan dari Abu Dhabi

Poin-poin Penting Megawati di Zayed Award: Riset, Perdamaian hingga AI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 11:26 WIB
Foto: Ketua Umum DPP PDIP sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati di Zayed Award 2026. (Monang Sinaga/PDIP).
Abu Dhabi -

Sejumlah isu penting menjadi perhatian Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, selama kunjungan kerjanya menghadiri Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Megawati menyuarakan perdamaian hingga isu lingkungan.

Megawati mengawali agendanya di Abu Dhabi dengan berkunjung ke kantor KBRI, Senin (2/2/2026). Megawati berbincang dengan Duta Besar Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, mengenai pelayanan WNI hingga isu geopolitik.

Begitu selesai pertemuan, Megawati mengisi buku tamu dan menuliskan pesan penting bagi bangsa Indonesia. Dia mengatakan bangsa Indonesia harus selalu mempunyai keteguhan dan keberanian.

"MERDEKA. Sebagai bangsa Indonesia kita selalu harus punya keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran dalam membangun negara kita tercinta," tulis Megawati.

"Karena perjuangan kita memerdekaan Indonesia Sejati belum selesai," lanjut Megawati.

Megawati selanjutnya menghadiri rangkaian agenda Zayed Award mulai 3 hingga 5 Februari 2026. Sejumlah isu diangkat Megawati selama kegiatan tersebut.

Kenalkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Agenda pertama yang dihadiri Megawati yakni forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026. Dalam kesempatan itu, Megawati mengenalkan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026.

"Dengan falsafah Pancasila yang bergotong royong dan ajaran Trisakti, bangsa kami memiliki semboyan juga 'Bhinneka Tunggal Ika', yang artinya meski kami berbeda-beda suku, agama, etnis, dan sebagainya, namun kami tetap memiliki satu tujuan yaitu yang disebut Indonesia Raya," kata Megawati di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2).

Foto: Megawati Berfoto dengan Pemenang Zayed Award. (Dok: Monang Sinaga PDIP).

Megawati mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dia menyampaikan ada belasan ribu pulau hingga ribuan etnis yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Jadi negara kepulauan kami itu adalah mempunyai pulau di sekitar 17.000 pulau. Kami juga mempunyai yang namanya suku bangsa yang jumlahnya kurang lebih 1.300 etnis dan ratusan bahasa daerah, enam agama, serta puluhan aliran kepercayaan," imbuh dia.

Megawati juga menyampaikan tentang Pancasila yang merupakan falsafah bangsa Indonesia. Dia menjelaskan inti dari Pancasila adalah spirit gotong royong yang menyatukan bangsa Indonesia.

"Gotong royong itulah yang telah membuat bangsa Indonesia yang beragam-ragam latar belakangnya itu dapat bersatu dan membangun negara dengan perlakuan dan hak yang sama di mata hukum dan pemerintahan bangsa kami," kata Megawati.

Potensi Kerja Sama Riset

Di sela-sela rangkaian Zayed Award, Megawati juga bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi UEA, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Megawati menyampaikan Pangeran Khaled tertarik membuka kerja sama riset.

"Jadi beliau rupanya mempunyai ketertarikan dan sangat berkeinginan untuk lebih memperdalam masalah apa saja kemungkinan yang kalau nanti (kerja sama), belum menjadi ini, tapi tadi saya harus menceritakan bahwa di BRIN itu ada 12 bagian. Itu dari masalah pangan, ada masalah humaniora, dan lain sebagainya," kata Megawati usai pertemuan dengan Pangeran Khaled di Abu Dhabi, UEA, Rabu (4/2).

Megawati menyinggung teknologi distilasi air laut atau proses penyulingan air laut menjadi air layak konsumsi yang dikembangkan di Uni Emirat Arab. Dia mengatakan bahwa teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu bentuk kerja sama riset yang akan dilakukan.

"Kalau saya menanyakan kepada beliau itu adalah ini, di sini ternyata kalau kita lihat kan ini tadinya gurun pasir ya, tapi kok bisa ada air mancur dan lain sebagainya. Sehingga waktu pertama itu saya tanya, rupanya di sini ini sudah dilakukan penyatuan dari ini, distilasi air laut. Nah mungkin kemungkinan itulah yang akan kami bahas lebih dalam nanti," ucapnya.

Pertemuan Megawati dan Pangeran Khaled itu berjalan selama kurang lebih satu jam. Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan istrinya, Nancy Prananda, Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjajanto.

Megawati merasa bangga atas hubungan yang sangat dekat antara Indonesia dan UEA. Dia berharap relasi kedua negara semakin erat ke depannya.

"Ya sangat bersahabat sekali. Dan saya tentunya sangat apa ya, bangga, berterima kasih bahwa antara tentu saja Uni Emirat Arab dengan Indonesia, Uni Emirat Arab, itu sudah dari dulu kan punya hubungan. Jadi mudah-mudahan ini pun akan lebih memperluas dan lebih memperdalam," kata Megawati.




(knv/gbr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork