Wong Miskin Kebanyakan Tidak Berpuasa
Minggu, 23 Sep 2007 06:03 WIB
Palembang - Sebagian besar masyarakat miskin di Palembang, Sumatera Selatan, tidak berpuasa. Alasannya, mereka tidak kuat berpuasa karena harus bekerja keras mendapatkan penghasilan menghadapi Lebaran."Hampir 60 persen, pekerja yang tidak berpuasa dari kalangan miskin. Seperti tukang becak, sopir bus kota, sopir angkot, buruh bangunan," kata Anton Bae, dari Lembaga Analisis Informasi (Essai) yang melakukan penelitian mengenai "Puasa dan Kemiskinan", Sabtu (22/09/2007).Menurut Anton, 200 responden yang tidak berpuasa mengaku tidak kuat atau mampu melaksanakan puasa dengan alasan tidak mampu. "Misalnya tidak mungkin berpuasa kalau harus bekerja menjadi buruh bangunan," katanya.Namun, ironisnya, mereka yang tidak berpuasa ini justru kerjanya selama puasa ini kian meningkat jam kerjanya. "Mereka mengaku memburu penghasilan buat menghadapi Lebaran," kata Anton.Kondisi ini berbeda dengan mereka yang bekerja sebagai profesional atau pegawai pemerintah. "Sedikit sekali yang tidak berpuasa. Kalaupun tidak puasa, umumnya alasan kesehatan," kata Anton, yang melakukan penelitian terhadap 500 responden di Palembang.Dengan penelitian ini Anton menyimpulkan puasa bukan sesuatu yang dianggap suatu berkah buat orang miskin. "Orang miskin memandang puasa seperti suatu beban ekonomi, terutama mengenai kebutuhan menghadapi Lebaran. Jadi, mereka yang menyebabkan orang miskin seperti korupsi, bukan hanya membuat banyak orang kehilangan peluang pendidikan atau pemukiman, juga merusak ritual banyak orang," jelas Anton.
(tw/gah)











































