PSI soal Marak Gabungnya Kader NasDem: Jokowi Effect

PSI soal Marak Gabungnya Kader NasDem: Jokowi Effect

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 28 Jan 2026 08:16 WIB
PSI soal Marak Gabungnya Kader NasDem: Jokowi Effect
Jokowi (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Sejumlah kader NasDem pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI menilai hal ini karena efek dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi-politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujar Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI Ariyo Bimmo kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Ariyo menyebut saat Jokowi terbuka all out memenangkan PSI, tentu menambah keyakinan bahwa PSI adalah kendaraan politik yang paling konsisten membawa nilai-nilai tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelas Ariyo.

ADVERTISEMENT

"Jokowi effect," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menilai sejumlah kader NasDem yang berlabuh ke partainya lantaran sosok Ahmad Ali (Mad Ali). Bestari menyebut faktor itu tak bisa dimungkiri lantaran Ahmad Ali merupakan tokoh senior yang memiliki pengalaman di politik.

"Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritaslah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu. Kemudian menginspirasi banyak pihak," kata Bestari dihubungi, Minggu (25/1).

Sementara itu, Waketum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi soal sejumlah kadernya yang pindah ke PSI. Saan mengatakan menghormati pilihan mereka yang pindah partai.

"NasDem tetap memberikan kenyamanan gitu ya bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa apa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan," ujarnya.

Simak Video 'Waketum NasDem Tak Khawatir Kadernya Pindah ke PSI: Tak Bisa Tahan':

Halaman 2 dari 2
(isa/jbr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads