Waketum NasDem soal Kadernya Lompat ke PSI: Kita Tak Bisa Tahan

Waketum NasDem soal Kadernya Lompat ke PSI: Kita Tak Bisa Tahan

Adrial akbar - detikNews
Selasa, 27 Jan 2026 14:32 WIB
Waketum NasDem soal Kadernya Lompat ke PSI: Kita Tak Bisa Tahan
Waketum NasDem Saan Mustopa (Whisnu Pradana/detikJabar)
Jakarta -

Waketum Partai NasDem Saan Mustopa menanggapi soal sejumlah kadernya yang pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saan mengatakan menghormati pilihan mereka yang pindah partai.

"Ya, itu kan hak dan pilihan masing-masing dan tentu kita menghormati pilihan politik masing-masing," kata Saan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Saan menjelaskan NasDem menjaga kadernya dengan memberikan rasa nyaman. Namun, jika kader ingin pindah partai, NasDem tak bisa menahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"NasDem tetap memberikan kenyamanan gitu ya bagi seluruh kader. Tapi kalau memang mereka punya pilihan lain dengan berbagai alasan, tentu kita juga nggak bisa apa menahan, tapi kita tetap menghargai pilihan," ujarnya.

Ada dua kader dari NasDem, yaitu Bestari Barus dan Ahmad Ali, yang bergabung ke PSI. Terbaru ada Rusdi Masse, yang keluar dari NasDem dan gencar dikabarkan akan bergabung ke PSI.

Saan mengatakan posisi Rusdi di Sulsel telah digantikan oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, yang ditunjuk menjadi Ketua DPW NasDem. Namun, untuk pengganti Rusdi di DPR, NasDem belum memutuskan.

"Jadi Bupati Sidrap, yang sebelumnya Sekretaris DPW, Syaharuddin Arif ya, itu sudah menjadi Ketua DPW," sebutnya.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menilai sejumlah kader NasDem yang berlabuh ke partainya lantaran sosok Ahmad Ali (Mad Ali). Bestari menyebut faktor itu tak bisa dimungkiri lantaran Ahmad Ali merupakan tokoh senior yang memiliki pengalaman di politik.

"Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu. Kemudian menginspirasi banyak pihak," kata Bestari dihubungi, Minggu (25/1).

Tonton juga video "Paripurna DPR Putuskan Polri Tetap di Bawah Presiden"

Halaman 2 dari 2
(ial/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini