Ajarkan Islam Sesat, 3 Warga Bantul Diperiksa Polisi
Kamis, 20 Sep 2007 12:41 WIB
Bantul - Tiga warga Sedayu, Kabupaten Bantul ditangkap polisi. Mereka mengajarkan agama Islam secara sesat yakni salat 5 waktu itu tidak wajib dan tidak penting, yang wajib adalah salat lail (malam). Mereka juga mengubah kalimat syahadat.Ketiga orang itu adalah Irawan (22), Tugiman (22) dan Yustinus Sunarto (24). Ketiganya tinggal di Jl Wates KM 12 di Dusun Gayam, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Bantul. Kelompok mereka bernama Al Qiyadah Al Islamiyah.Mereka ditangkap aparat Polres Bantul, pada hari Rabu (19/9/2007) dan saat ini masih diperiksa oleh petugas di Mapolres Bantul di Jl. Sudirman, Bantul. Namun petugas belum bersedia memberikan keterangan resmi karena masih terus melakukan penyelidikan.Menurut beberapa warga Dusun Gayam, ajaran yang dilakukan Irawan dan dua anggota yang masih bertetangga itu sangat meresahkan warga. Apalagi saat bulan puasa, mereka justru tidak menjalankan ibadah puasa serta melakukan salat wajib 5 waktu. Ajaran salat, puasa, zakat dan haji belum diajarkan, sehingga masih menunggu datangnya Al Quran lagi.Mereka mempercayai ajaran yang dibawa Nabi Isa, Ibrahim, Musa dan Muhammad itu sudah tidak tegak lagi sehingga akan turun nabi lagi yakni Al Masih Al Ma'wud. Namun kapan Al Masih Al Ma'wud itu akan turun belum ditentukanwaktunya. Ketiganya juga percaya dalam waktu dekat akan dipertemukan dengan Al Ma'wud sebagai rasul. Bacaan kalimat syahadat juga diganti. Kalimat Muhammad Rasulullah diganti dengan Al Masih Al Ma'wud rasulullah. Selain itu beberapa ayat di kitab suci Al Quran juga diartikan menurut pemikiran kelompok mereka sendiri.Irawan jarang sekali melakukan salat wajib di Masjid Al Islam yang berjarak 75 meter dari rumahnya. Bahkan kegiatan ramadan di kampung ditentangnya dengan menggunakan dalil-dalilnya sendiri. "Mereka percaya salat lail itu lebih baik dari salat lainnya, sehingga menimbulkan keresahan warga," kata salah seorang pemuda Masjid Al Islam, Ismanto (25) kepada wartawan di Dusun Gayam, Kamis (20/9/2007).Menurut dia, saat warga mengadakan takjilan di masjid, dia justru menunggu waktu buka dengan cara duduk di depan rumah sambil minum segelas teh. Demikian pula salat wajib yang dilakukan di masjid juga ditentang sehingga menimbulkan perdebatan sengit warga, sampai ketiganya ditangkap polisi pada hari Rabu pukul 21.00 WIB sehabis tarawih.
(bgs/asy)











































