Pengembalian Harta Soeharto Tergantung Niat Baik Pemerintah
Kamis, 20 Sep 2007 07:24 WIB
Jakarta - Uluran tangan PBB dan Bank Dunia untuk mengembalikan aset Soeharto patut diapresiasi. Namun, keberhasilan pengembalian harta Soeharto akhirnya berpulang pada niat baik pemerintah juga."Semuanya tinggal tergantung pemerintah, bagaimana menyikapinya. Kalau tidak ada niat baik percuma saja," kata anggota badan pekerja ICW Adnan Topan Husodo kepada detikcom, Kamis (20/9/2007).Menurut Adnan, bantuan dari PBB dan Bank Dunia ini dapat digunakan untuk mencari informasi mengenai keberadaan aset-aset soeharto di luar negeri. "Kita bisa kerja sama dan mengunakan akses yang mereka punyai.Adnan menduga pembentukan The Stolen Asset Recovery Initiative (StAR) terkait dengan putusan MA yang memenangkan Soeharto dan memutuskan majalah Time untuk membayar Rp 1 triliun." Saya kira itu berhubungan, tidak ada api kalau tidak ada asap," katanya.Denda Rp 1 triliun ini muncul lantaran majalah Time Edisi 24 Mei 1999 Volume 153 Nomor 20 memuat laporan tentang kekayaan mantan Presiden Soeharto berjudul "Soeharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune". Tulisan Time yang bergaya investigatif inilah yang kemudian digugat oleh mantan Presiden Soeharto karena dianggap mencemarkan nama baiknya.
(nal/nvt)











































