Darmaningtyas Sangkal Ancam Kirim Preman ke Pondok Indah
Selasa, 18 Sep 2007 11:43 WIB
Jakarta - Darmaningtyas menyangkal mengancam warga Pondok Indah dengan mengirimkan 1.500 preman untuk menakut-nakuti. Dia menegaskan, tidak ada kata preman yang keluar dari mulutnya saat pertemuan warga Pondok Indah dengan Pemprov DKI Senin 17 September. "Kata preman tidak muncul di pertemuan itu, warga ngawur," ujar Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) ini saat berbincang dengan detikcom, Selasa (18/9/2007). Darmaningtyas turut hadir dalam pertemuan yang digelar di kantor Walikota Jaksel Senin kemarin. Instran dilibatkan Pemprov DKI dalam kajian membangun busway.Pertemuan yang membahas penolakan warga Pondok Indah terhadap busway koridor VIII itu berakhir buntu. Nada suara tinggi terdengar dalam dialog ini. Darmaningtyas menjelaskan, di akhir pertemuan itu, salah satu warga Pondok Indah mengatakan, "Silakan kalau pembangunan busway dilanjutkan ketika amdal belum dilakukan, kami akan hadang di lapangan."Dengan adanya ancaman warga itu, Darmaningtyas kontan berujar, "Ini bukan forum ancam-mengancam sebab kalau saling ancam aku juga bisa mengerahkan massa."Ditambahkan Darmaningtyas, maksud kalimat itu, bukan dirinya mau mengerahkan massa. Melainkan hanya mau mengingatkan warga tersebut dan mencari penyelesaian yang baik."Klau mengerahkan seperti itu apa saya punya duit. Saya ngggak punya uang dan kekuasaan, " ujar pria tersebut.
(nik/nrl)











































