PMI Siapkan Bantuan Psikososial Bagi Korban Gempa Bengkulu
Senin, 17 Sep 2007 23:02 WIB
Jakarta -
Pascagempa yang mengguncang Bengkulu dan sejumlah wilayah lainnya di Pulau Sumatera, para korban tidak hanya menderita secara fisik namun juga mental.Merespon hal tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan bantuan psikososial (Psychosocial Support Program-PSP) bagi anak-anak sekolah di Bengkulu Utara. Sesuai hasil asesmen, bantuan PSP akan diberikan bagi murid-murid di lima sekolah dasar di Kecamatan Lais, Bengkulu Utara, yaitu SD Pasar Lais, SD Dusun Raja, SD Kalbang, SD 10 Datar Lebar, dan SD 18 Lubuk Mumto. "Kabupaten Bengkulu Utara adalah lokasi yang terparah akibat gempa. Banyak bangunan yang hancur, termasuk lima sekolah tersebut," Koordinator Tim PSP PMI, Leo Tattiasina dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (17/9/2007). Hingga saat ini Tim PSP PMI masih terus mendata jumlah murid-murid di kelima sekolah dasar tersebut. Ditambahkan Leo, mayoritas para murid tidak berani datang ke sekolah karena takut gempa. "Mereka juga dilarang ke sekolah oleh orang tua mereka," ujar Leo.Menurut rencana, kegiatan PSP akan dilakukan dalam bentuk bermain, menggambar hingga berolahraga. Untuk memberikan bantuan PSP, PMI menurunkan hingga 10 orang yang telah berpengalaman memberikan bantuan psikososial kepada korban bencana tsunami NAD, tsunami Pangandaran, dan Merapi.Selain PSP, operasi tanggap darurat PMI dikonstrasikan pada kegiatan distribusi bantuan di Bengkulu Utara dan Mako-Mako. Hingga hari Senin (17/9), PMI telah mendistribusikan bantuan berupa 500 peralatan kebersihan diri (hygiene kit) dan obat-obatan di Kecamatan Lais, Ketahun dan Kota Arga Makmur. PMI akan kembali melanjutkan distribusi bantuan berupa 150 peralatan keluarga (family kit), 150 kelambu (mosquito net), 500 peralatan kebersihan diri (hygiene kit), 1.100 terpal dan obat-obatan untuk 500 pasien di Kecamatan Muko-Muko Utara dan Muko-Muko Selatan.Sesuai rencana, distribusi juga akan meliputi Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahyang, dan Kabupaten Seluma. "Bantuan yang akan kita berikan adalah terpal, hygiene kit, obat-obatan dan baskom," kata Koordinator Lapangan Operasi Tanggap Darurat PMI, Joni Saputra.Operasi tanggap darurat PMI juga mencakup tim klinik berjalan (mobile clinic team) untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa di Bengkulu Utara dan Muko-Muko. Tim klinik berjalan PMI berjumlah 18 orang yang terdiri dari tenaga dokter dan paramedis. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, PMI memobilisasi 1 unit ambulan untuk mendatangi rumah-rumah warga dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. Sejauh ini pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan mayoritas menderita trauma, ISPA, batuk-batuk dan flu.
(bal/Ari)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































