Ketua DPR Sayangkan Pemerintah Tolak Bantuan Asing
Jumat, 14 Sep 2007 09:09 WIB
Jakarta - Penolakan bantuan gempa Sumatera dari Sekjen PBB dan Singapura oleh pemerintah sungguh disayangkan. Seharusnya bantuan itu dapat diterima apalagi dengan niat baik untuk meringankan beban korban."Kita harus akui bahwa kita masih kurang. Kalau sudah nggak punya tapi merasa gede itu nggak betul. Sebaiknya tidak usah ditolak kalau ada bantuan asing, kenapa sih harus ditolak," kata Agung di sela-sela Acara Safari Ramadan di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/9/2007).Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah untuk segera mengirimkan bantuan baik berupa makanan, obat-obatan, dan tenaga medis sebagai ganti dari penolakan bantuan asing. Saat ini masyarakat sedang membutuhkan sapaan dari pemerintah."Kita sudah punya undang-undang mengenai bencana alam, jadi harus segera dikirimkan itu bantuan karena prosedurnya sudah ada. Harusnya lebih cepat," ujar dia.Meskipun demikian, Agung dapat memahami penolakan pemerintah jika sifatnya sementara karena masih dalam proses tanggap darurat. Namun Agung berharap penolakan ini tak terjadi lagi."Mungkin penolakan itu karena tanggap darurat yang memerlukan inventarisasi dan pendataan sekitar 2 hingga 3 harilah. Asal jangan selamanya, nanti kita tidak dibantu lagi kalau ada apa-apa," pungkas dia.SBY menolak secara halus tawaran bantuan dari PM Singapura Lee Hsien Loong. Alasannya dari laporan secara menyeluruh, semuanya under control. Sebelumnya Sekjen PBB Ban Ki-moon juga menyampaikan hal serupa. Tetapi Wapres Jusuf Kalla menolaknya dengan mengatakan pemerintah Indonesia masih sanggup mengatasinya sendiri.
(mly/nrl)











































