×
Ad

Sampah Tangsel Kena Pingpong Sana-sini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jan 2026 08:16 WIB
Persoalan sampah masih belum usai di Tangerang Selatan (Tangsel). (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Jakarta -

Urusan sampah di Kota Tangerang Selatan, Banten, tak kunjung beres. Status darurat diperpanjang dan pengalihan sampah ke daerah tetangga kena pingpong sana-sini.

Sejak pertengahan Desember 2025, sampah menumpuk di titik-titik ruang publik Tangsel belum sepenuhnya bisa diangkut ke tempat pembuangan sampah. Solusi sementara yang dilakukan Pemkot Tangsel yakni menutupi tumpukan sampah dengan terpal.

Pada 16 Desember 2025, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan permintaan maaf atas tumpukan sampah di flyover Ciputat. Benyamin mengatakan penutupan sampah dengan terpal hanya bersifat sementara.

"Pertama-tama, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat terkait tumpukan sampah di kawasan flyover Ciputat. Saya memahami betul dan merasakan keresahan warga karena persoalan sampah menyangkut langsung kenyamanan dan kesehatan," ujar Benyamin kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).

Dia mengatakan sampah-sampah ditutup menggunakan terpal sambil menunggu penataan pengelolaan sampah di hilir. Dia mengatakan flyover Ciputat jadi fokus Pemkot Tangsel agar pembuangan sampah tak terulang.

"Saya ingin menegaskan bahwa penutupan dengan terpal dan penyemprotan antibau hanya bersifat sementara untuk mengurangi bau dan dampak lingkungan. Dalam jangka pendek, sampah di lokasi tersebut saat ini sudah dilakukan pengangkutan secara bertahap," jelasnya.

Status Darurat Sampah

Pemerintah Kota Tangsel kemudian menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah pada 23 Desember sampai 5 Januari 2026. Status darurat sampah ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.

Walkot Benyamin juga menyebut sampah-sampah yang masih menggunung di sejumlah titik diangkut bertahap. Dia mengimbau warga menghindari membuang sampah di sejumlah titik penumpukan yang ada.

Kala itu Benyamin memahami masyarakat khawatir dan terganggu adanya tumpukan sampah itu. Dia memastikan pengangkutan sampah dilakukan bertahap.

Pada status darurat tahap pertama ini rupanya tumpukan sampah belum juga bisa teratasi. Pemkot Tangsel memperpanjang status darurat hingga 19 Januari 2026.

"Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel Essa Nugraha, dikutip Antara, Kamis (8/1/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb Asep Nurdin menambahkan, perpanjangan itu didasari hasil evaluasi status darurat sampah tahap pertama. Berdasarkan hasil evaluasi masih ditemukan tumpukan sampah sehingga memerlukan penanganan ekstra.

Da berharap penanganan masalah sampah berjalan optimal selama perpanjangan status darurat.

"Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya," ujar dia.




(idn/idn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork