Polonia Aman, Tarawih di Masjid Pakai Lilin dan Teplok

Polonia Aman, Tarawih di Masjid Pakai Lilin dan Teplok

- detikNews
Rabu, 12 Sep 2007 20:43 WIB
Medan - Aliran listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) padam. Diduga kuat, padamnya aliran listrik ini akibat gempa berkekuatan 7,9 SR di Bengkulu. Meski begitu, aktivitas di bandara Polonia Medan tetap normal. Sementara masjid-masjid yang digunakan salat tarawih hanya bercahayakan lampu teplok dan lilin.Demikianlah pantauan detikcom di Medan, Rabu (12/9/2007). Listrik mulai padam sekitar pukul 18.10 WIB bersamaan dengan gempa Bengkulu. Begitu listrik padam, listrik di Bandara Polonia tetap menyala, karena genset otomatis hidup. Aktivitas penerbangan di Polonia tetap normal. Sementara pemantauan di masjid-masjid di Medan memperlihatkan warga Medan tetap melakukan salat tarawih dengan khusyu', meski tidak penerangan lampu yang memadai. Hanya ada cahaya dari lilin dan lampu teplok atau dari bola lampu yang dihubungkan ke baterai mobil. Salah satunya terlihat di Masjid Silaturahmi di Jl. M Nawi Harahap. Di masjid ini, ada sekitar 100 jamaah yang melakukan salat tarawih. Mereka tampak khusyu' menjalankan tarawih di hari pertama ini. Sementara masjid di Jl. Saudara, tampak terang. Pengelola masjid menghubungkan bola lampu dengan kabel ke aki mobil. Di Masjid Muttaqien di Jl. Air Bersih, penerangan bersumber dari lilin dan lampu minyak. Di Masjid Raya Al Mashun, Jl Sisingamangara, Medan, ada genset. Namun, genset ini hanya membuat terang dalam masjid. Di halaman masjid, tetap terlihat gelap. Padahal, ada 1.000 warga yang mengikuti salat di masjid ini, hingga meluber ke halaman masjid. Hendra DS, anggota DPRD KOta Medan yang menunaikan salat di Masjid Al-Muttaqien menyesalkan terjadinya pemadaman listrik. "Kita belum tahu tahu pasti penyebabnya. Tapi, tindakan PLN seperti ini berulang-ulang dan terkesan menjadikan Sumut menjadi zaman batu," kata Hendra. (rul/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait