Alasan Pria di Kelapa Gading Rebut Paksa Anak dari Mantan Istri

Alasan Pria di Kelapa Gading Rebut Paksa Anak dari Mantan Istri

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 05 Jan 2026 12:18 WIB
Alasan Pria di Kelapa Gading Rebut Paksa Anak dari Mantan Istri
Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pria di Kelapa Gading, Jakarta Utara, berinisial JE merebut paksa anaknya dari mantan istri. Penculikan tersebut terjadi lantaran masalah tidak mendapatkan hak asuh anak.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko mengatakan JE dan istrinya sudah bercerai. Berdasarkan putusan Nomor 3218/K/Pdt/2025 Mahkamah Agung, hak asuh anak jatuh kepada sang istri. Dia juga mengaku istrinya tidak bisa dihubungi yang membuat JE sulit bertemu anaknya.

"Karena mantan istri (korban) tidak bisa dihubungi sejak 3 bulan lalu sampai saat ini dan JE tidak bisa tidak ada akses untuk bertemu dengan anaknya maka dari itu JE mengambil paksa anak tersebut yang dibantu oleh 2 temannya," kata Seto dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena hal tersebut, JE mengajak rekannya untuk merebut paksa anaknya pada Sabtu (3/1). Korban direbut paksa oleh ayahnya usai beribadah di gereja di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Datang satu orang pria langsung mengambil paksa anak korban tersebut kemudian langsung melarikan diri melalui tangga darurat. Pelaku langsung dibantu oleh rekan pelaku yang telah menunggu dan membawa mobil Fortuner berwarna putih," tuturnya.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dari kejadian tersebut. Ketiganya yakni JE, JP dan D.

Mantan Istri Bantah Tutup Akses

Pria di Kelapa Gading, Jakarta Utara berinisial JE merebut paksa anaknya dari mantan istri, Dessy Purnomo, lantaran masalah tak mendapat hak asuh. Dessy membantah menutup akses mantan suaminya.

"Mantan suami saya memang saya block dari WhatsApp dari nomor HP. Tetapi keluarga-keluarganya yang tinggal bersama dengan dia seperti ayahnya, ibunya, kakaknya memiliki akses kepada saya. Saya tidak pernah mem-block mereka," kata Dessy kepada detikcom, Selasa (6/1).

Dessy menjelaskan JE tidak bertemu anaknya sudah dua bulan sejak akhir Oktober 2025. Dia mengatakan menggugat cerai JE saat anaknya berusia 1,5 tahun.

Setelah keduanya berpisah, hak asuh anak sempat jatuh kepada JE. Dessy sempat melakukan banding untuk hak asuh anak namun kalah. Hingga akhirnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) lalu menang sampai akhirnya hak asuh diberikan kepadanya. Dia mengaku selama proses perceraian tak diberi akses dengan anaknya oleh JE.

"Selama saya menjalani proses persidangan dari awal sampai kasasi memakan waktu 1 tahun 8 bulan. selama itu juga saya tidak diberikan akses (bertemu anak). Kalau dia bilang tidak diberikan akses, ya saya juga bisa bilang dia tidak memberikan saya akses. Dalam arti di sini saya mau ketemu anak, dia tidak pernah menggubris," ujarnya.

Setelah hak asuh jatuh kepada Dessy, dia kemudian menjemput anaknya di sekolah. Setelahnya tidak ada upaya JE untuk menghubungi dirinya dan mencari tahu keberadaan anaknya.

"Dia menghilang, dia tidak mencoba menghubungi saya dengan cara lain, atau bahkan katakan saja dia sudah punya kuasa hukum sejak lama, dia bisa juga menghubungi saya melalui kuasa hukum, itu merupakan salah satu upaya, tapi tidak dilakukan. Dia memilih untuk mengambil jalan seperti ini. Diam-diam menguntit saya, melihat saya tinggal bersama anak, lalu dia tiba-tiba mengambil anak saya di parkiran seperti yang ada di berita," ucapnya.

"Saya pun kaget, tetapi saya mengenali dia, walaupun dia memakai masker, memakai pakaian serba hitam, tapi saya tahu itu dia, dia membawa temannya juga yang membantu dia dua orang," lanjutnya.

Dia mengungkap alasan memblokir kontak mantan suaminya. Salah satunya untuk menjaga tumbuh kembang anaknya dari perlakuan yang kurang baik.

"Sebelumnya saya mengalami KDRT psikis lah ya, saat saya masih menikah dengan si pelaku. Dan saya tidak mau sampai anak saya bertumbuh dan mendapatkan perlakuan yang sama dari si ayahnya ini. Dengan saya memblock dia, salah satu langkah protective saya sebagai seorang ibu," imbuhnya.

Simak juga Video Raisa-Hamish Resmi Cerai, Hak Asuh Sepakat Co-Parenting

(wnv/lir)


Berita Terkait