Awal Ramadan Sama, Idul Fitri Dimungkinkan Berbeda
Selasa, 11 Sep 2007 19:57 WIB
Jakarta - Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1428 H jatuh pada Kamis, 13 September 2007. Semua pihak, termasuk Muhammadiyah dan NU sepakat. Meski awal puasa sama, kemungkinan penetapan Idul Fitri 1428 H akan berbeda. Kemungkinan ini disampaikan Thomas Jamaluddin yang mewakili LAPAN dalam sidang istbat Departemen Agama (Depag) yang digelar di Kantor Depag, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2007) malam. Sidang dipimpin oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni dan dihadiri Menkominfo M Nuh, Ketua MUI Umar Shihab, perwakilan ormas Islam, dan para duta besar. Jamaluddin menyambut baik upaya pemerintah menggunakan teknologi informasi dalam penentuan awal Ramadan. Namun, sebenarnya penggunaan teknologi ini belum menjamin menghilangkan perbedaan dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri. "Jadi, kalau orang meru'yah kemudian bisa melihat hilal, tapi teropong tidak melihat hilal, maka yang akan disalahkan adalah teropongnya. Ini terjadi di masyarakat kita. Karena itu, memang perlu ada kelanjutan penetapan kriteria-kriteria yang selama ini sudah dibahas," kata dia. Karena adanya faktor posisi matahari dan bulan, menurut Jamaluddin, maka peluang terjadinya perbedaan dalam menentukan Idul Fitri 1428 H tetap ada, meski penentuan awal Ramadan kali ini tidak ada perbedaan. "Jadi, nanti saya perkirakan akan ada yang ber-Idul Fitri tanggal 12 Oktober dan 13 Oktober," ujar Jamaluddin. Muji Raharto, ahli astronomi dari Boscha ITB, menilai peluang adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri, karena belum ada definisi 'hilal' yang jelas. "Karena itu, saya meminta agar nanti definisi 'hilal' disepakati terlebih dulu," ujar dia. Dalam penentuan awal Ramadan 1428 H, Muhammadiyah dan NU sepakat. Goodwill Zubair dari PP Muhammadiyah menyatakan bahwa kesaksian para saksi yang tidak melihat hilal sudah sesuai dengan hisab yang dilakukan Muhammadiyah sebelumnya. Sementara Ghozali dari NU juga menyatakan bahwa saksi-saksi yang dikerahkan NU tidak melihat hilal malam ini. NU sepakat bila pemerintah menyempurnakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari.
(asy/aba)











































