Bekas Tetesan Darah Masih Ada di Lokasi Ledakan Ciwedey
Selasa, 11 Sep 2007 14:53 WIB
Bandung -
Ledakan di Kampung Bayongbong RT 4 RW 11 Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Kamis 6 September merupakan titik awal terungkapnya komplotan perakit bom di Cimahi.Kamis itu sekitar pukul 15.30 WIB, warga Kampung Bayongbong dikagetkan oleh suara ledakan yang melebihi suara petasan. Kekagetan mereka makin menjadi ketika tahu sumber ledakan itu berasal dari rumah salah satu milik warga, Mustari (68), yang mereka kenal sebagai pengusaha ternak ayam. Dalam peristiwa itu istri Mustari, Siti Julaeha (62), mengalami luka bakar di wajah dan tangan karena terkena ledakan."Saya lagi jaga warung saat itu. Suara ledakan keras sekali. Lalu saya lari ke bagian belakang rumah Pak Mustari. Di sana saya lihat Ibu Mustari, wajahnya rusak dan penuh darah. Saya pulang lagi karena takut," ujar Wiwin (20), pemilik warung yang lokasinya tepat berada di depan rumah Mustari.Saksi lain, Julaeha (40), mengaku dirinya yang pertama kali menolong Siti Julaeha. Kemudian bersama Mustari dan tetangga lainnya, dirinya ikut mengantarkan Siti Julaeha ke rumah sakit. Sebelum dibawa ke RS militer Dustira, istri Mustari itu dibawa ke RSUD Soreang.Tetangga depan Mustari, Aup (65), mengatakan Mustari sempat mengatakana ledakan itu berasal dari kompor. "Tapi saya heran, karena tempat ledakan ada di halaman belakang rumah. Kompor kan ada di dalam rumah, dan saya lihat kompornya tidak rusak," kata Aup.Sambil menunjukkan lokasi ledakan, Aup mengatakan, saat terjadi ledakan Siti Julaeha berniat mengambil lengkuas di kebun belakang rumah. Ledakan tersebut menyebabkan lubang sedalam 10 cm dengan diameter 20 cm. Di dinding belakang rumah Mustari, terdapat cipratan darah kering yang masih utuh."Ceceran darah yang paling banyak di teras depan rumah. Karena kan Ibu Siti Julaeha ambruk disana," tuturnya.Menurut Wiwin, Mustari ditangkap polisi sepulang mengantar istrinya dari rumah sakit. "Pak Mustari terlihat pulang pukul 22.00 WIB ke rumahnya dan engga lama kemudian dibawa polisi," kata Wiwin.Berdasarkan pantauan detikcom, garis polisi masih mengelilingi rumah bilik berwarna putih dengan kaso-kaso warna biru di tanah seluas 140 meter persegi itu. Meskipun rumah bilik, tapi terlihat kokoh. Di halaman depan rumah, terlihat tumpukan karung berisi batu bara dan pakan ayam. Di samping belakang terdapat kandang ayam seluas 70 meter persegi. Menurut Julaeha, Mustari memang merupakan pengusaha ayam."Jumlah ayamnya 11 ribu, baru saja dipanen sebelum ledakan terjadi," katanya.Peristiwa ledakan inilah, yang merupakan titik awal penggeledahan rumah Darwis di Kampung Babakan Kidul RT 2 RW 14 Kel Cigugur Tengah Kec Cimahi Tengah Kota Cimahi, Sabtu (8/9/2007). Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko Danu Ardanto, penggeledahan itu dilakukan setelah adanya pengakuan dari Mustari. Dari kedua rumah itu disita berbagai zat kimia yang sampai saat ini masih diselidiki. Polisi juga menemukan ribuan bahan baku detonator serta ratusan detonator rakitan yang sudah jadi. Polisi telah menetapkan Mustari, Darwis, Anung, dan Budi sebagai tersangka. Anung dan Budi adalah anak Darwis.
(ern/djo)










































