Batan Kaji Prosedur Safety & Bentuk Tim Penyelidik
Selasa, 11 Sep 2007 10:19 WIB
Serpong -
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab ledakan yang melukai 4 penelitinya. Tim diberi batas waktu sampai 24 September 2007.Pembentukan tim ini disampaikan Kepala Batan Hudi Hastowo di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (11/9/2007).Tim ini terdiri dari 9 unit yang ada di Puspiptek. Tim ini terdiri dari 8 orang dan diminta menyampaikan laporannya paling lambat 24 September."Tapi masih menunggu argumen atau pernyataan dari korban tentang risetnya tersebut," kata Hudi.Terkait ledakan, imbuh Hudi, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang terhadap prosedur keselamatan penelitian. Selain itu, prosedur kerja penelitian juga akan dikaji lagi."Tetapi untuk riset-riset lain tidak akan dihentikan. Ini hanya masalah prosedur keselamatan," katanya.Kenapa prosedur keselamatan bisa sampai bobol? Hudi mengatakan, pada dasarnya riset biodiesel bersifat lokalistik dan orang awam pun bisa melakukannya. Inilah yang membedakannya dengan riset nuklir atau pun teknologi canggih lainnya.Selama ini, imbuh dia, banyak periset-periset terutama profesor yang bersikukuh dengan metode yang ingin digunakan."Ya tahu sendirilah namanya profesor, kadang kalau dikasih masukan prosedur di luar idenya malah merengut," katanya.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































