Pengamat: Panggilan Akbar Dalam Rapat Harian Golkar Berlebihan

Pengamat: Panggilan Akbar Dalam Rapat Harian Golkar Berlebihan

- detikNews
Kamis, 06 Sep 2007 07:10 WIB
Jakarta - Rapat harian Partai Golkar untuk mengklarifikasi disertasi Akbar Tandjung dinilai ganjil sebagian pihak. Sikap itu dinilai berlebihan, bahkan cenderung kepada sensor akademik yang membahayakan kebebasan berfikir."Kan sudah melalui proses metodologi ilmiah. Kalau mau menekan, itu berlebihan. Itu sama saja menyensor produk akademis yang membahayakan," kata Pengamat politik dan peneliti CSIS Indra J Piliang pada detikcom, Kamis (6/9/2007).Menurutnya, metode kualitatif yang dipakai oleh Akbar dalam disertasinya sudah layak dan telah dipertahankan di depan sidang guru besar. Sehingga untuk membantahnya, harus melalui analisis yang kuat pula."Metode kualitataif memang begitu, mencari konfirmasi dan diuji secara empiris. Itu sudah diuji di forum terhormat. Jadi posisi Golkar agak keliru. Itu hanya bisa disarankan oleh para promotor dan guru besar," ujar Indra.Jika pihak Partai Golkar keberatan dengan analisis Akbar, dia menyarankan partai terbesar itu untuk mengeluarkan analisis tandingan. Pilihan itu dinilai lebih gentle daripada 'main gebuk' saja. "Lawanlah dengan analisis yang lebih tajam, jangan memanggil seperti itu. Itu tidak gentle," pungkas Indra.Dalam disertasi Akbar Tandjung, disebutkan terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2004-2009 menunjukkan parpol yang lahir tahun 1964 ini masih dipenuhi orang-orang yang sangat berorientasi pada kekuasaan. Jusuf Kalla dinilai meraih pucuk pimpinan bukan lantaran program-program politik yang meyakinkan, tetapi karena menjanjikan akses langsung ke sumber daya pemerintah yang menguntungkan. (Ari/mly)


Berita Terkait