PT DI : Sudah Mulai Merangkak, Jauh dari Pailit

PT DI : Sudah Mulai Merangkak, Jauh dari Pailit

- detikNews
Selasa, 04 Sep 2007 16:42 WIB
Bandung - Manajemen PT Dirgantara Indonesia mengaku kondisi perusahaan kini sedangmerangkak untuk bangkit kembali. PT DI kini sedang mengerjakan pesanan beberapa proyek komponen pesawat baik dari dalam maupun luar negeri.Hal itu disampaikan Humas PT DI Rakhendi Priatna, saat ditemui di kantornya,Jalan Pajajaran Bandung, Selasa (4/9/2007). Menurutnya kini kondisi perusahaan mulai bangkit kembali, seiring adanya pergantian direksi sekitar dua bulan lalu. Kini jabatan Direktur Utama dipegang oleh Budi Santoso, yang juga merupakan direktur PT Pindad."Pak Budi kan sudah berhasil memimpin PT Pindad. Kepemimpinan beliau membuatkredibilitas PT DI di mata klien kembali membaik. Kami sedang merangkak untuk bangkit kembali, dan kami harapkan Pak Budi Santoso bisa mendongkrak perusahaan" ujarnya yang mengaku pergantian kepemimpinan tersebut dilakukansekitar dua bulan lalu. Tidak hanya posisi Dirut, posisi Direksi lainnya pundiganti.Lebih lanjut Rakhendi menuturkan, kini perusahaan sedang mengerjakan beberapa proyek di antaranya Paragon 2 dari British Aerospace (BAe), pembuatan pesawat CN235 untuk TNI AU, serta service pesawat Boieng 737-200 dan 737-300 milik beberapa maskapai penerbangan seperti Batavia Air, Jatayu, dan Mandala Airlines. "Bahkan TNI AU berencana memesan kembali serta negara tetangga lainnya," ujar Rakhendi. Meskipun demikian, dia mengaku target pendapatan tahun ini lebih kecildibandingkan tahun lalu yaitu hanya Rp 700 Miliar, sementara tahun lalu Rp 800 miliar. Namun ketika ditanya realisasi yang sudah tercapai hingga tri wulan ke III, Rakhendi mengaku belum tahu. "Pokoknya kami harapkan margin keutungan dari pendapatan itu sekitar 10% hingga 15%," tuturnya. Terkait keputusan PN Niaga Jakarta Pusat mempailitkan PT DI, Rakhendi mengaku belum mengetahui alasannya secara jelas. Sebab, kata dia, keputusan tersebut jelas-jelas membahayakan kredibilitas perusahaan yang kini mulai membaik di mata klien. "Jika perusahaan ini dipailitkan, bagaimana pertanggungjawaban ke klien kami yang mayoritas berasal dari negara lain," ujarnya. (ern/djo)


Berita Terkait