Anggap Negeri Ini Republik Mimpi, FKB Putuskan Advokasi
Kamis, 30 Agu 2007 23:18 WIB
Jakarta -
Berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat mulai dari soal naiknya kebutuhan pokok sampai pengelolaan kekayaan alam membuat FKB DPR gemas. Untuk merumuskan strategi pendampingan rakyat, FKB mengelar rapat kerja dengan semua anggota fraksi baik yang berada di DPR maupun DPRD."Kita melihat negara kita ini seperti republik mimpi. Kita punya kekayaan yang melimpah, tapi justru orang asing yang menikmati. Kondisi inilah yang membuat FKB harus berpihak dan berjuang bersama rakyat," kata Ketua FKB DPR Effendi Choirie dalam sambutanya saat membuka rapat kerja FKB DPR di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2007).Menurut Gus Choi, FKB yang notabene mewakili kaum miskin dan lemah harus menyadari amanah yang telah diberikan. Karena itu tidak ada alasan lagi untuk tidak mengkritik pemerintah dengan keras jika kebijakannya betu-betul menyengsarakan rakyat."Berbagai kasus yang menimpa rakyat miskin mulai soal lumpur Lapindo nggak diselesaikan. Harga-harga kebutuhan pokok naik, minyak tanah langka, padahal mayoritas pemilih PKB itu menengah kebawah. Kita tidak boleh diam melihat ini semua," terangnya.Sementara itu Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dalam sambutanya meminta FKB lebih menunjukkan taringnya. Di bawah kepemimpinan Gus Choi, Muhaimin ingin FKB dapat mengoptimalkan tugas-tugas advokasi pada rakyat. Langkah ini penting agar kekecewaan masyarakat terhadap parpol yang berimbas pada distrust dapat dimunculkan kembali."Saya berharap FKB menjadi fraksi yang dapat membantu dan advokasi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat. Ini penting untuk mengembalikan lagi kepercayaan rakyat yang hilang perlahan-lahan pada parpol karena ulah parpol sendiri," pungkasnya.
(yid/ken)










































