×
Ad

Ketua DPD Ajak Anak Muda Beri Kontribusi di Program Prioritas Pemerintah

Hana Nushratu - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 20:54 WIB
Foto: dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong anak muda Indonesia untuk turut aktif mengambil bagian dalam program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Di hadapan ratusan milenial dan Gen Z, Sultan mengungkapkan anak muda Indonesia tidak boleh gampang mengeluh, putus asa, apalagi putus harapan di tengah dinamika kebangsaan akibat ketidakpastian ekonomi global.

"Presiden Prabowo Subianto sudah menyiapkan berbagai program prioritas yang secara sosial dan bisnis sangat relevan dan membutuhkan kontribusi anak muda. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam setiap program prioritas tersebut, baik program beasiswa, program Magang Nasional, Sekolah Rakyat, MBG (Makan Bergizi Gratis), hingga program Koperasi Merah Putih," ujar Sultan, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).

Hal ini dikatakan Sultan saat menyampaikan Inspiring Speech pada acara Festival Lulus Jadi Apa? dengan tema 'Anak Muda, Demokrasi, dan Masa Depan Indonesia'. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Muda-Mudahan, pada Sabtu (29/11) di aula Fx Sudirman, Jakarta.

Menurut Sultan, setiap program pemerintah tersebut adalah ekosistem peluang bisnis yang harus ditangkap. Ia menambahkan, tinggal bagaimana teman-teman muda masuk ke dalam ekosistem tersebut dengan cara berkolaborasi dan menjaga integritas.

"Fenomena demografi Indonesia yang mayoritas diisi anak muda adalah peluang sekaligus tantangan. Tapi kami percaya anak muda Indonesia mampu menjadi penentu atau katalisator bagi loncatan kemajuan Indonesia sebelum 2045," tegas mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu tersebut.

Lebih lanjut, Sultan mengungkapkan DPD RI akan terus mengkaji dan menyusun kebijakan yang pro anak muda (pro youth). Di banyak kesempatan, DPD RI bersama pemerintah melalui kementerian terkait mendiskusikan perihal pemberdayaan terhadap anak muda Indonesia di era bonus demografi dan digitalisasi.

"Indonesia terlalu luas, kaya, indah dan luar biasa untuk menjadikan kita sebagai anak muda untuk putus asa dan menyalahkan keadaan. Mari kita jaga dan bangun Indonesia, dengan menyiapkan atau men-design masa depan kita semua sejak saat ini," pungkasnya.




(prf/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork