- Hujan Meteor Pheonicid 2 Desember 2025
- Supermoon Cold Moon 5 Desember 2025
- Hujan Meteor Ο-Cassiopeid 6 Desember 2025
- Hujan Meteor Puppid-Velid 7 Desember 2025
- Hujan Meteor Monocerotid 9 Desember 2025
- Hujan Meteor Ο-Hydrid 12 Desember 2025
- Hujan Meteor Geminid 14 Desember 2025
- Hujan Meteor Comae Berenicid 16 Desember 2025
- Hujan Meteor Leonis Minorid 20 Desember 2025
- Solstis (Titik Balik Matahari) 21 Desember 2025
- Hujan Meteor Ursid 22 Desember 2025
Bulan Desember tahun ini akan menyajikan serangkaian fenomena langit yang menarik. Sebagai penutup tahun, langit akan dihiasi berbagai peristiwa astronomi mulai dari hujan meteor yang intens, bulan purnama, hingga titik balik matahari.
Berdasarkan informasi yang dilansir kalender astronomi In The Sky, berikut daftar fenomena astronomi di bulan Desember 2025 tahun ini beserta keterangan peristiwa dan prakiraan waktu kejadiannya.
Hujan Meteor Pheonicid 2 Desember 2025
Fenomena ini mencapai puncaknya pada 2 Desember 2025, membuka agenda langit Desember. Disarankan diamati setelah tengah malam hingga menjelang fajar, meskipun intensitasnya tidak setinggi hujan meteor utama, ini menarik sebagai penanda dimulainya musim pengamatan meteor akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Supermoon Cold Moon 5 Desember 2025
Langit akan diterangi Bulan Purnama Supermoon pada 5 Desember 2025, yang dikenal sebagai Cold Moon karena terjadi di awal musim dingin. Terjadi saat Bulan oposisi Matahari, momen ini menjadikan Bulan terlihat paling terang dan bulat sempurna, kesempatan baik mengamati Bulan tanpa alat canggih.
Hujan Meteor Ο-Cassiopeid 6 Desember 2025
Hujan meteor kembali terjadi dengan puncaknya Fi-Cassiopeid pada 6 Desember 2025, dinamai berdasarkan rasi bintang Cassiopeia sebagai titik radiantnya. Pengamatan optimal dilakukan di malam hari dengan menjauhi polusi cahaya perkotaan, meskipun intensitasnya tergolong rendah.
Hujan Meteor Puppid-Velid 7 Desember 2025
Rangkaian hujan meteor berlanjut dengan puncaknya Puppid-Velid pada 7 Desember 2025, yang merupakan gabungan dari dua rasi bintang di belahan langit selatan, Puppis dan Vela. Pengamat di Indonesia memiliki peluang baik untuk menyaksikan fenomena ini karena posisi geografisnya yang strategis di khatulistiwa.
Hujan Meteor Monocerotid 9 Desember 2025
Puncak Hujan Meteor Monocerotid terjadi pada 9 Desember 2025, dinamai dari rasi bintang Monoceros. Hujan meteor ini dikenal karena sifatnya yang tak terduga, di mana ia dapat memunculkan ledakan singkat aktivitas yang intens, menjadikannya tantangan menarik bagi pengamat.
Hujan Meteor Ο-Hydrid 12 Desember 2025
Hujan Meteor Sigma-Hydrid mencapai puncak aktivitasnya pada 12 Desember 2025, dengan radiant yang berasal dari rasi bintang Hydra. Ο-Hydrid menampilkan intensitas sedang dan dapat diamati dengan mencari area terbuka yang menghadap ke arah rasi bintang asalnya.
Hujan Meteor Geminid 14 Desember 2025
Peristiwa paling dinanti adalah puncak Hujan Meteor Geminid pada 14 Desember 2025, yang diakui sebagai salah satu hujan meteor terbesar dan paling konsisten. Geminid unik karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon, dan intensitas tingginya menjanjikan pertunjukan visual yang mengagumkan bagi pengamat.
Hujan Meteor Comae Berenicid 16 Desember 2025
Dua hari setelah Geminid, Comae Berenicid mencapai puncaknya pada 16 Desember 2025, dengan titik asal di rasi bintang Coma Berenices. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan memerlukan kondisi langit sangat gelap serta kesabaran tinggi dari pengamat.
Hujan Meteor Leonis Minorid 20 Desember 2025
Menjelang akhir tahun, Leonis Minorid mencapai puncak pada 20 Desember 2025, yang berasal dari rasi bintang Leo Minor. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan menjadi penanda bahwa Solstis semakin dekat, sehingga pengamat harus mencari lokasi yang benar-benar gelap.
Solstis (Titik Balik Matahari) 21 Desember 2025
Fenomena penting berikutnya adalah Solstis atau Titik Balik Matahari pada 21 Desember 2025, saat Matahari mencapai posisi paling selatan di langit. Peristiwa ini menandai dimulainya musim dingin astronomi di belahan Bumi Utara dan musim panas di belahan Bumi Selatan, berdampak pada durasi siang dan malam.
Hujan Meteor Ursid 22 Desember 2025
Rangkaian hujan meteor ditutup dengan Ursid yang berpuncak pada 22 Desember 2025, berasal dari rasi bintang Ursa Minor. Karena radiantnya dekat kutub utara, pengamatan terbaik biasanya dilakukan di belahan Bumi Utara, meskipun pengamat di wilayah Indonesia bagian utara mungkin masih dapat mengamati sebagian aktivitasnya.
Simak juga Video: Alasan Supermoon 5 November Jadi yang Terbesar di 2025











































