Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, mengapresiasi terselenggaranya Bogor Bike Festival 2025 yang diadakan oleh Motor Besar Indonesia (MBI) di Stadion Pakansari, Bogor.
Gelaran otomotif bertema 'Ride to Heritage' ini hadir sebagai ruang pertemuan komunitas motor dari berbagai daerah, sekaligus wadah solidaritas untuk menggalang dana bagi korban bencana alam yang terjadi di Aceh dan Sumatera dalam beberapa hari terakhir.
"Bogor Bike Festival adalah simbol persaudaraan dan kontribusi sosial. Komunitas motor bukan hanya soal gaya hidup, tetapi bagian dari kekuatan sosial yang peduli pada sesama dan bangga pada budaya bangsa. Aksi penggalangan dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera membuktikan hal itu," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Minggu, (30/11/25).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan, Bogor Bike Festival menjadi contoh bagaimana komunitas otomotif mampu menunjukkan wajah humanisnya untuk bencana yang terjadi.
Diketahui, data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 28 November 2025, korban jiwa akibat bencana alam di Aceh dan Sumatera telah mencapai 174 orang tewas, dengan puluhan masih hilang serta lebih dari 18.000 warga mengungsi.
Di wilayah Provinsi Aceh tercatat 35 orang meninggal, 25 hilang, dan delapan luka-luka. Di Provinsi Sumatera Barat, korban tewas mencapai 23 jiwa, ditambah sejumlah hilang dan luka-luka. Sementara di Provinsi Sumatera Utara, korban tewas dilaporkan 116 orang, dengan belasan korban hilang dan banyak rumah serta infrastruktur rusak.
"Kegiatan ini menguatkan rasa kebersamaan dan kepedulian. Ketika puluhan ribu saudara kita di Aceh dan Sumatera sedang mengalami musibah, komunitas motor menunjukkan sikap hadir dan membantu. Ini bentuk solidaritas yang membanggakan," kata Bamsoet.
Dengan ini dia berharap Bogor Bike Festival menjadi inspirasi nyata bagi komunitas motor di seluruh Indonesia untuk terus menjaga semangat kebersamaan, melestarikan budaya, serta membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya Festival seperti ini memperlihatkan bagaimana komunitas otomotif dapat menjadi sarana untuk memperkuat jati diri bangsa dan rasa persatuan.
"Semangat ini harus berlanjut. Riding bersama memberi kebahagiaan, tetapi membantu sesama memberi makna. Ketika motor dijalankan dengan hati, maka ia menjadi alat pemersatu, bukan pembeda," pungkas Bamsoet.
Lihat juga Video: 4 Pesawat Bantuan Makanan hingga Obat Diterbangkan ke Aceh, Sumut dan Sumbar











































