Tarif JORR Mencekik Leher, Ayo Class Action Saja
Rabu, 29 Agu 2007 16:36 WIB
Jakarta - Dulu Rp 1.000 kini Rp 6.000. Dulu Rp 4.500 kini Rp 10.500. Sungguh ongkos tol yang mencekik leher!Berikut ini suara para pengguna jalan tol, Rabu (29/8/2007):Dewi IndriawatiPagi ini saya benar-benar marah pasalnya semua akses menuju tol Bintara macet total. Yang membahayakan di situ ada lintasan kereta api di Stasiun Cakung. Dan lebih mengesalkan begitu mau masuk tol Bintara yang biasanya ambil tiket harus bayar Rp 6.000, keluar tol Pondok Gede Timur bayar lagi Rp 1.500 jadi total Rp 7.500.O..sungguh mencekik perlakuan JORR ini di saat minyak tanah lagi susah, harga-harga pada naik karena menjelang puasa, ternyata tarif JORR benar-benar menguras uang kami.Dan lebih menyesakkan lagi, karena kemacetan di akses mau ke Bintara saya sampai kantor jadi terlambat 1 jam. Akibatnya hari ini gaji saya dipotong Rp 150.000 padahal dengan uang segitu cukup buat beli sekaleng susu buat si kecil. Akibat JORR sampai berakibat begini apakah Jasa Marga mau mengganti kerugian saya.Sandy SoenarsoSebagai pengguna jasa tol di jalan TB Simatupang, saya benar-benar kecewa dengan Jasa Marga yang dengan seenaknya memukul rata tarif JORR, sehingga sudah merugikan semua pengguna jasa tol TB Simatupang. Bayangkan, saya biasa masuk dari pintu masuk Ampera dan keluar di Pasar Minggu dengan membayar Rp 1.000, sekarang saya harus membayar Rp 6.000 (naik 500%). Pemberlakuan 1 tarif tersebut juga menciptakan kemacetan yang luar biasa di jalan TB Simatupang, karena pengguna jasa tol memilih untuk tidak menggunakan jasa tol, disebabkan kenaikan yang luar biasa. Seharusnya PT Jasa Marga lebih bijaksana untuk memutuskan penggunaan 1 tarif, karena lebih banyak merugikan pemakai jalan dan menciptakan problem kemacetan. Mohon kebijaksanaan PT Jasa Marga untuk merevisi kembali diberlakukannya 1 tarif JORR.TomSetelah penantian yang lama akhirnya hari ini saya merasakan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) tetapi pagi ini senyum saya berubah menjadi cemberut soalnya saat saya masuk di gerbang tol Bintara macet sudah menyambut sampai mengganggu pengguna jalan umum akibat dari panjangnya antrean. Kemacetan tersebut terjadi disebabkannya penggunaan sistem terbuka dan tidak adanya sosialisasi tarif tol yang digunakan apalagi banyak pengguna jalan tol yang sangat kaget dengan biaya tarif yang digunakan. Tarif ini sangat memberatkan sekali bagi pengguna jalan tol apalagi pengguna jalan tol yang tidak merasakan tol JORR tetapi harus membayar. Apakah ini adil? Yang biasanya dari gerbang tol Bintara sampai gerbang tol Bekasi Barat Rp 1.500 tetapi dengan digunakannya sistem terbuka harus membayar Rp 7.500 kalau dikalikan selama sebulan selama hari kerja 21 hari maka biaya yang harus dikeluarkan sebesar 21 x (6.000 + 1.500) = Rp 157.500 coba bandingkan dengan tarif sebelumnya hanya sebesar Rp 31.500. Apakah ini yang dimaksud dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat? Mohon kepada jasa marga untuk meninjau ulang mengenai tarif tol JORR dan jangan menjadi arogan dengan kekuasaan yang dimiliki. RurieWaduh, saya yang biasanya antar jemput anak-anak sekolah hanya habis Rp 6.000 per hari untuk keluar masuk tol Bintaro dari sektor 2 ke sektor 7, sekarang terpaksa mengeluarkan Rp 30.000 per hari. Ini kan nggak logis banget! Apalagi jaraknya sangat dekat.Seharusnya pengusaha jalan tol di-class action saja nih oleh masyarakat. Sama sekali bukan kebijakan yang populer sementara tidak ada penambahan fasilitas di ruas tol.LazmiaYLKI tolong bantu kami yang merasa tercekik dengan tarif tol JORR. .Kebanyakan masyarakat itu setiap hari kerjanya hanya menggunakan ruas ini dengan jarak yang pendek-pendek saja, sedangkan jarak panjang jarang sekali digunakan kecuali liburan.Dan LJL (anak Jasa Marga, pengelola JORR) mengambil keuntungan dari kondisi ini.Mana suara DPR? Tolong pikirkan dengan tarif ini, banyak sekali kendaraan yang mengalihkan ke jalur biasa (bukan tol) dan ini telah menyebabkan kemacetan yang luar biasa.Contohnya pagi ini. Di Jatiwarna kemacetan parah bukan terjadi karena orang pada mau masuk tol, tapi karena membeludaknya kendaraan yang memilih melewati Sumir untuk akses ke Cilangkap-TMII. Dan antrean sepanjang sekian kilometer itu lebih karena di pertigaan Sumir yang kecil dan sangat padat dari berbagai arah. Dengan kejadian ini, pengelola tol bertanggung jawab atas borosnya BBM yang keluar akibat kemacetan ini,belum lagi hilangnya waktu berjam-jam hanya untuk menunggu giliran masuk ke Sumir.Saya termasuk pengguna setiap hari tol JORR dari Jatiwarna ke Bambu Apus (Setu), yang biasanya membayar hanya Rp 1.000 ini harus saya bayar 6X lipatnya yaitu Rp.6.000! DPR mengapa Anda hanya memihak para pengusaha dan tidak memihak kami yang masyarakat biasa? Emangnya dengan kenaikan tarif ini, gaji kami di kantorr juga dinaikkan?Nazar RidhaPagi ini (29/8/2007) saya mau coba lewat tol yang sudah saya tunggu pengoperasiannya. Sengaja saya berangkat kerja lebih lambat karena saya pikit toh dengan lewat JORR saya bisa ke Cikarang lebih cepat dari biasanya. Perkiraan saya meleset...set!Masuk pinto tol Rambutan menuju JORR saya sudah dihadang kemacetan sekitar 2 km. Dan justru yang lewat UKI bisa melaju dengan lancarnya.Tapi karena sudah niat ingin nyoba tol baru saya ikutin saja antrean tsb. Akhirnya saya sampai di kantor dengan sangat terlambat. Kalau tahu begini nggak gunanya ada JORR, toh waktu tempuhnya juga sama aja.Kenapa nggak dibikin tarif gabungan yang baku aja sih biar simpel, misalnya dari Bogor ke TMII Rp 4500 dan JORR Rp 6.000, maka berlakukan tarif dari Bogor (kalau keluar via JORR) jadi Rp 10.500 dan Rp 4.500 kalo keluar di TMII. YusnandiSaya kerja di Cibitung dari Jatiasih, menempuh perjalanan sekitar 15 menit sampai keluar tol Cibitung, sayang keluarnya macet hingga sampai kantor tetap saja jam 8. Arah JORR, kemacetan parah sekitar 3 km atau lebih dari mulai Bekasi Barat sampai pintu tol masuk JORR (Cikunir) dan ke arah Pulogadung, saya bingung sama Jasa Marga kenapa mesti disatukan, tanpa ada yang masuk JORR pun disini pada jam berangkat dan pulang kerja selalu macet, saya berpikir ulang untuk pulang nanti, bayar mahal dengan waktu yang sama saja. Bayar mahal percuma saja.AmaliaKemacetan yang saya rasakan mulai tadi malam sekitar pukul 7 malam, tidak pernah saya mengalami hal ini selama menggunakan tol JORR di mana saya selalu keluar di pintu keluar tol Jatiwarna. Antrean panjang setelah melewati pintu keluar tol Kampung Rambutan. Menurut saya selain mulai banyaknya kendaraan yang lewat sana (Cikunir-Jatiasih dibuka, yang bisa tembus ke arah Tanjung Priok dan Bandung) juga petugas pintu tol yang lamban dalam melayani tiap kendaraan dalam proses pembayaran. Sekarang tarif angkutan umum yang menggunakan jasa tol tersebut mulai pagi ini naik sebesar Rp 1.000. Informasi dari detikcom pagi ini memang benar macet total (tidak bergerak) di putaran Jatiwarna, saya pun lewat sana tadi. Jadi pikir-pikir lagi deh lewat sana.
(nrl/umi)











































