Kusmayanto Tagih Putin Proyek Landasan Roket di Biak
Rabu, 29 Agu 2007 16:13 WIB
Jakarta -
Pekan depan Presiden Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke Jakarta. Menristek Kusmayanto Kadiman berancang-ancang menyampaikan 'tagihan' pada Kepala Pemerintahan Rusia itu. "Saya ingin rencana yang di Biak itu ada tindak lanjutnya. Sudah lama sekali," kata Kusmayanto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/8/2007). Rencana yang dimaksudnya adalah proyek pembangunan landasan peluncuran roket dan satelit luar angkasa di Biak, Papua. Sekian belas tahun lalu, pihak Rusia menyatakan niat dalam proyek itu. Mereka menilai pulau kecil di utara Papua itu sangat stategis dan punya nilai ekonomis tinggi untuk dibangun landasan peluncuran wahana luar angkasa. Posisinya yang berada di garis khatulistiwa, memungkinkan biaya operasional lebih rendah dibanding fasilitas milik AS, Cina, Eropa dan Rusia sendiri. Bukan hanya 'tagihan', Menrsitek juga akan mengajukan proposal kerja sama baru pada Rusia. Yaitu kerja sama revitalisasi persenjataan militer tua milik TNI yang sebagian besar buatan Rusia."Kita punya banyak sekali peralatan militer buatan Rusia yang sebenarnya masih bisa dipakai. Banyangan saya, mekanisme senjata-senjata itu bisa direvitalisasi," ujar dia.
(lh/asy)










































