Kasus Penculikan Raisah
Kisah Perjalanan Sarita ke Tasik
Minggu, 26 Agu 2007 15:38 WIB
Jakarta - Keberadaan Sarita Anggraeni, istri kedua penculik Raisah Ali (5), Yogi Permana, di Tasikmalaya saat penculikan Raisah terjadi, memang mencurigakan. Sarita ke Tasikmalaya diantar Yogi dengan menumpang kendaraan umum. Apakah Sarita ingin sembunyi? Sarita mengaku tidak sembunyi. Saat itu, Rabu (22/8/2007), Sarita yang sedang hamil muda ini hanya ikut suaminya yang ingin pergi ke Tasikmalaya. Kebetulan, Sarita ingin ketenangan, karena sering muntah-muntah akibat kehamilannya. "Mengetahui suaminya pergi ke Tasikmalaya, Sarita ikut. Sarita kan berasal dari Tasikmalaya. Tapi saat itu Sarita benar-benar tidak tahu suaminya yang menculik Raisah. Dia baru tahu suaminya menculik Raisah setelah suaminya menelepon dan mengaku menculik Raisah," kata pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Tasikmalaya, H Maman, kepada detikcom, Minggu (26/8/2007). Sebelum ditangkap di Ponpes As-Sunnah, Sarita yang selalu berjilbab dan bercadar ini sempat menceritakan hal itu kepada Maman melalui telepon. Maman jugalah yang meminta Sarita pergi ke ponpes As-Sunnah, karena saat itu ingin berkonsultasi terkait tindakan suaminya yang menculik Raisah. Menurut Maman, saat tiba di Tasikmalaya, Rabu lalu, Sarita menginap di rumah temannya bernama Vera. Sementara Yogi pergi untuk melanjutkan urusannya. Sarita diantar Yogi ke Tasikmalaya menggunakan bus. Dari Jakarta, mereka turun di perbatasan Cileunyi-Jatinangor, Sumedang. Setelah itu, mereka naik bus menuju Tasikmalaya. "Saat menuju rumah Vera, mereka naik becak dan tiba pukul 16.00 WIB," terang Maman. Nah, pada Jumat (24/8/2007) pagi, tiba-tiba Sarita mendapat telepon dari suaminya. Saat itu, Yogi mengaku dirinya akan menyerahkan ke polisi karena telah menculik Raisah. "Betapa terkejutnya dia mendengar pengakuan suaminya itu. Dia langsung shock," kata Maman. Sesudah lohor, Sarita diantar Vera datang ke rumah Maman, yang berada di kompleks pesantren. Pesantren As-Sunnah milik Maman ini berada di Paseh, Tuguraja, Cihideung, Tasikmalaya. Di rumah Maman, Sarita hanya bertemu dengan istri Maman. Lantas, lewat HP istri Maman, Sarita menghubungi Maman dan menyatakan ingin berkonsultasi terhadap kasus yang dialami suaminya, termasuk apa yang harus dilakukannya. Mendapat informasi itu, Maman meminta agar Sarita tetap berada di rumahnya. "Saya meminta dia tidak ke mana-mana, supaya memudahkan penyelesaiannya. Saya juga mau berkoordinasi dengan Polresta dan jajaran reserse mengenai hal ini," kata dia. Namun, tak lama kemudian, Maman mendapat telepon dari saudaranya, yang mengatakan bahwa polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Tasikmalaya sudah berada di rumahnya untuk menangkap Sarita. Polisi lalu menelepon Maman meminta izin untuk membawa Sarita ke Mapolda Metro Jaya. "Saya meminta polisi menunggu kedatangan saya, karena sore mungkin sehabis magrib sudah sampai di Tasik lagi. Saya meminta hal itu kepada komandannya, Pak Jack. Tapi, polisi tetap berkeinginan membawa Sarita saat itu karena sudah diperintah Direktur Reserse dan Kriminal Polda," kata dia.Akhirnya, Maman mempersilakan polisi membawa Sarita asal prosedur yang ditempuh sudah benar. "Kalau memang surat perintah ada, silakan diambil. Tapi kalau Sarita tidak terbukti bersalah, tolong dikembalikan. Kasihan dia, dia adalah yatim piatu, tidak punya saudara lagi," ujar dia. Menurut Maman, Sarita juga sempat cerita sebenarnya suaminya keberatan dirinya ikut ke Tasikmalaya. "Karena akan ditinggal suaminya ke Tasik, Sarita meminta ikut. Tapi, suaminya tidak mau. Karena itu, Sarita meminta suaminya agar diantar ke rumah bibi (tante) Raisah. Namun, suaminya memilih mengantar Sarita ke Tasikmalaya," ujar Maman. Saat percakapan dengan suaminya itu, Sarita belum mengetahui bahwa suaminya menculik Raisah. Sarita memang kenal dengan tante Raisah, karena sering ikut pengajian. Bahkan, tante Raisah itu juga sering memberikan bantuan materi kepada Sarita. Karena itu, pada Jumat saat suaminya ditangkap polisi, tante Sarita sempat menelepon Sarita dan marah. Tante Raisah marah, karena menduga Sarita terlibat dalam penculikan itu. Padahal, kata Maman, Sarita tidak tahu apa-apa mengenai tindakan suaminya itu. "Sarita itu ditelantarkan oleh suaminya," tegas Maman.
(asy/anw)











































